Mengulas Forbidden City

Help US With Share

Kata “terlarang” biasanya memiliki daya tarik tersendiri bagi kebanyakan orang. Banyak orang yang justru semakin penasaran jika ada peringatan larangan. Salah satunya “Kota Terlarang” di Cina. Namun tidak seperti namanya, kota itu justru tidak lagi dilarang untuk dikunjungi orang. Faktanya, tempat ini dikunjungi jutaan turis setiap tahunnya. Berikut fakta dan informasi tentang kota terlarang di Cina.

Kota Terlarang sebenarnya merupakan sebuah istana, bukan kota. Tempat itu dibangun untuk menjadi rumah bagi seorang Kaisar. Ribuan kamar dan ratusan bangunan Kota Terlarang merupakan kediaman eksklusif Kaisar Cina, dan orang lain tidak diizinkan untuk masuk, dengan pengecualian keluarga dekat Kaisar saja.

Istana ini diprakasai oleh Zhu Di (yang juga dikenal sebagai Kaisar Yongle) pada tahun 1402. Zhu Di ingin memerintah dengan basis kekuatannya sendiri di Beijing, namun banyak orang yang tidak suka dengannya karena Zhu Di menggulingkan kekuasaan keponakannya sendiri. Selama 600 tahun ke depan, 24 kaisar yang berbeda dari dua dinasti akan menduduki Kota Terlarang, namun hingga terjadinya penggulingan kaisar Puyi yang baru berusia 5 tahun pada tahun 1911. Saat ini Kota Terlarang adalah sebuah museum yang menyimpan 1,5 juta lebih artefak.

Nama “Kota Terlarang” diterjemahkan dari “Zijin Chen”, yang berarti “Kota Terlarang Ungu.” Namun, nama itu tidak ada hubungannya dengan warna literal istana. Warna itu merujuk ke Bintang Utara, yang dikaitkan dengan warna ungu oleh China. Logikanya, Bintang Utara memiliki makna religius seperti Putra Surga yang tinggal di sana, dan kaisar adalah rekan Putra Langit di Bumi.

Kota Terlarang sebenarnya memiliki beberapa nama lain. Nama resminya adalah “The Palace Museum”, dan penduduk setempat menyebutnya Gugong, yang berarti “Bekas Istana”.

Menurut penelitian, balok batu Kota Terlarang memiliki berat mencapai 100 ton lebih, dan balok batu itu didapatkan dari tambang yang berjarak 43 mil dari lokasi pembangunan. Pada masa itu, bahan-bahan berat biasanya diangkut dengan kereta, namun tidak ada kereta yang mampu mengangkut balok batu seberat 100 ton. Oleh sebab itu, para pekerja harus menyeret batu-batu itu dengan tangan, dan mirisnya mereka melakukannya di musim dingin. Proses pembangunan pun membutuhkan waktu 14 tahun untuk menyelesaikannya.

Antara tahun 1271 dan 1368, Tiongkok diperintah oleh bangsa Mongol. Kublai Khan, yang merupakan kaisar kelima dinasti Yuan dan cucu lelaki dari legendaris Gengis Khan, membangun sebuah istana besar berlapis emas di Beijing, rumah masa depan Kota Terlarang. Menurut sejarawan, istana itu sangat megah namun setelah dinasti Yuan berakhir, semuanya hilang.

Hilangnya istana Kublai Khan menjadi salah satu misteri arkeologis yang belum terpecahkan hingga Mei 2016. Hasil dari penelitian arkeolog, Zhu Di membangun Kota Terlarang tepat di atas istana Kublai Khan. Para arkeolog menggali di dekat pusat istana dan menemukan pondasi istana kerajaan lain yang berusia tujuh abad. Bukti itu menunjukkan, bahwa pernah ada istana yang sama megahnya dengan Kota Terlarang.

Menjadi sesuatu yang berbahaya jika menjadi wanita cantik di Cina kuno. Para wanita cantik sering kali diculik dari keluarga mereka untuk dijadikan selir kaisar. Bahkan, terkadang mereka dijual oleh keluarga mereka sendiri dengan imbalan bantuan politik.

Selir-selir kaisar hidup terisolasi dari dunia luar, bahkan mereka tidak diizinkan pergi ke dokter jika mereka sakit. Namun, tidak semua selir mengalami nasib yang buruk. Bagi selir favorit, mereka diperlakukan dengan sangat baik. Untuk selir yang tidak beruntung, biasanya akan berakhir menjadi tukang cuci atau biarawati.

Istana di Kota Terlarang pernah kebakaran lebih dari 50 kali selama berabad-abad, termasuk saat pembangunan. Untuk mengantisipasi hal tersebut, tong-tong perunggu berisi air diletakkan secara strategis di seluruh istana, dan bahkan ada pemanas buatan yang dibangun di lantai untuk mencegah air membeku pada musim dingin.

Saat terjadi kebakaran pada awal 1900-an, petugas pemadam kebakaran datang untuk memadamkan api. Pada saat itu kaisar sempat hilang, namun satu setengah jam kemudian kaisar berhasil ditemukan.

Terowongan dan ruang rahasia di Kota Terlarang menjadi tempat persembunyian sang kaisar jika dirinya merasa terancam oleh sesuatu. Keamanan di Kota Terlarang sangat ketat seperti dibangunnya parit selebar 171 kaki dan dinding yang tingginya 32 kaki. Keamanan yang ketat juga berlaku bagi makanan, para pelayan akan diminta untuk mencicipi setiap makanan sebelum diberikan kepada sang kaisar.

Tidak ada lagi kaisar Cina yang menduduki Kota Terlarang, namun keturunan orang yang pernah tinggal dengan kaisar masih ada di halaman istana. Saat ini, Kota Terlarang merupakan rumah bagi sekitar 200 kucing. Kucing-kucing itu memiliki tugas untuk menangkap binatang pengerat yang berkeliaran di istana.

Kucing-kucing Kota Terlarang tidak hanya tinggal di istana kerajaan, bahkan mereka juga dirawat oleh kurator museum. Kucing-kucing divaksinasi, menerima vitamin dan suplemen yang diperlukan, dan diizinkan berada di dalam ruangan saat cuaca dingin tiba. Beberapa kucing yang tinggal di Kota Terlarang merupakan kucing tersesat yang beruntung, sementara yang lainnya memang sengaja ditinggalkan oleh pemiliknya dengan harapan kurator museum akan merawat kucing mereka.

Kaisar Cina diketahui hidup dalam kemewahan, mulai dari pakaian yang mereka pakai, hingga makanan yang mereka makan. Kaisar yang tinggal di Kota Terlarang hanya memakan “masakan Imperial”. Diketahui, masakan kekaisaran Cina dilarang dikonsumsi bagi siapa pun yang bukan bangsawan. Selama Dinasti Ming, hidangan kerajaan sering kali dianggap rumit dan sulit untuk disiapkan.

Walau saat ini, rakyat biasa dapat mengonsumsi makanan kekaisaran, namun mereka harus mengeluarkan uang yang banyak. Sebuah restoran di dekat istana bernama Family Li Imperial Cuisine menyajikan makanan tradisional kekaisaran. Pemilik restorannya adalah cucu Li Zijia, yang pernah bertanggung jawab atas makanan kerajaan selama masa pemerintahan Janda Permaisuri Cixi, dan makanan tersebut adalah resep yang pernah disajikan di Istana.

Untuk makan di Family Li Imperial Cuisine sangatlah mahal, hanya untuk makan malamvtiap orang dapat menghabiskan 250 dolar AS. Uniknya, restoran itu hanya melayani 10 orang setiap harinya.

Starbucks baru-baru ini dikeluarkan dari Kota Terlarang. Kopi favorit dari Amerika itu, dibenci penduduk setempat, karena dinilai mengacaukan suasana istana. Pada tahun 2007, ada protes kepada pejabat museum bahwa kehadiran Starbucks “merusak” situs bersejarah. Namun, masih ada banyak toko lain yang beroperasi di Kota Terlarang. Namun, entah kenapa Starbucks banyak mendapat kecaman dibandingkan toko-toko lain.


Help US With Share