Mistis Lokal: Ki Juru Taman Dari Yogyakarta
Percayagapercaya.com – Hai, kembali lagi bersama mimin yang lucu dan rendah hati ini. Kali ini mimin mau bahas soal mistis lokal Ki Juru Taman dari Yogyakarta! Mimin juga bingung sih sebenarnya, ini hantu atau bukan. Tapi let’s go aja lah.
Jarang ada orang yang kenal yang namanya Ki Juru Taman. Namanya agak aneh ya? Yoi. Doi dipanggil Ki Juru Taman karena dia bertugas sebagai penjaga kota Yogyakarta dari letusan Gunung Merapi yang ada di daerah Sleman itu lhooo.
‘Tapi itu gunung pernah meletus, min, tahun 2010.”
Ya, memang pernah meletus. Doi ngamuk tuh. Kok bisa? Karena orang Jawa sudah kehilangan kultur aslinya.
Apa hubungannya?
Jadi begini, Bambank-Bambank kesayangan mimin… Mimin ceritain ya.
Dulu Ki Juru Taman ini orang dalam pendiri kerajaan Mataram. Bisa dibilang dia itu abdi dalem lah. Pas masih hidup, doi tuh terkenal jujur dan terlalu polos… alias ceroboh.
Gara-gara kepolosannya itu, dia jadi sial. Dia transformed into this kind of monster. Dari manusia jadi sosok gaib yang nyeremin, tapi sakti!
Walau pun sudah berubah fisik… dan dimensi, Ki Juru Taman masih saja setia ngabdi sama kerajaan Mataram. Jadi, dia jaga kerajaan tersebut dari letusan Gunung Merapi. Bukan cuma kerajaan Mataram pada saat itu saja, namun juga ia berjanji untuk menjaga anak-cucu dan keturunan-keturunan kerajaan Mataram dari amukan Gunung Merapi.
Biasanya sih dia melempar semua letusan ke arah Timur dan Barat.
Nah, biasanya doi nongkrongnya di satu pos aja. Letaknya di mulut kawah. Doi juga jadi big boss-nya banaspati yang suka ngaso di daerah kekuasaannya. Nama tempatnya Geger Boyo, by the way. Itu di daerah Mataram, bukan Matraman ya!
Baca Juga: Mistis Lokal: Dewi Lanjar, Penguasa Pantai Utara
Nah, doi ngajuin syarat nih untuk si Raja Mataram. Doi cuma mau jaga daerah Mataram selama kultur Jawa masih dianut sama orang-orang disana.
Puncaknya? Masih ingat tahun 2006 gak? Bulan Mei 2006 kan Gunung Merapi lagi bad mood sampai meledak. Terus lanjut tahun 2010 yang lebih parah, sampai satu kota berdebu… bukan karena polusi ya.
Jadi, kalau diambil intinya… orang Jawa sekarang sudah kehilangan kultur Jawanya. Sayang banget sih… ya, walau kita juga nggak bisa pungkirin bahwa ada beberapa keluarga yang menganut sistem dan kultur Jawa. Tapi, untuk generasi yang sekarang… hmm, I don’t think so.
