Misteri Bangunan The Cage Di Inggris

Setiap negara memiliki kisahnya tersendiri mengenai tempat yang angker dan berhantu, hal yang sama juga berlaku untuk Inggris. Dari sekian banyak tempat di Inggris yang diklaim dihuni oleh makhluk halus, mungkin tidak ada yang keangkerannya mengalahkan bangunan The Cage di St. Osyth.
Pada abad ke 16, masih banyak penduduk Inggris yang mempercayai keberadaan penyihir dan ilmu hitam. Jika ada hal-hal aneh yang terjadi dan tidak ada penjelasan masuk akal yang dapat menjawabnya, maka penyihir yang ada di kawasan tersebut hampir selalu bakal menjadi kambing hitam.
Atas pertimbangan tersebut, penduduk Inggris beramai-ramai melakukan perburuan kepada penyihir. Hal yang sama juga berlaku untuk desa kecil St. Osyth, setidaknya ada 14 orang penyihir ditangkap di desa ini. Tuduhan yang disematkan kepada mereka bermacam-macam, mulai dari memasang kutukan pada seseorang, menciptakan wabah penyakit, hingga menggunakan familiar atau roh peliharaan mereka untuk membuat kekacauan.
Dari sekian banyak penyihir yang ditangkap di St. Osyth, salah satu yang paling terkenal adalah Ursula Kent. Pda awalnya tetangga-tetangga Kent memandangnya secara positif, karena Kent yang berprofesi sebagai penyembuh sering dimintai pertolongan setiap kali ada yang sakit atau terkena kutukan oleh penyihir lain.
Ironisnya, profesinya tersebut justru menjadi senjata makan tuan baginya. Karena Kent terbiasa hidup sendiri sambil menciptakan ramuan-ramuan aneh dan memelihara banyak kucing di rumahnya, hanya masalah waktu sebelum ia sendiri yang dituduh sebagai penyihir. Hal tersebut akhirnya benar-benar terjadi setelah pada tahun 1582, Kent ditangkap atas tuduhan melakukan guna-guna.
Kent beserta 13 orang tertuduh penyihir lainnya kemudian dipindahkan ke sebuah penjara khusus penyihir yang bernama The Cage (Kandang). Di sanalah, Kent beserta 5 orang lainnya dihukum gantung sebelum kemudian mayatnya dikuburkan tanpa diberikan batu nisan ataupun tanda pengenal lainnya. Sesudah itu, bangunan yang sama kembali menelan korban jiwa secara tidak langsung setelah para korban wabah Maut Hitam dirawat dan meninggal di sana.
Ratusan tahun berlalu, The Cage kemudian beralih fungsi menjadi rumah pribadi. Saat itulah, rentetan kejadian aneh mulai bermunculan. Pembeli pertama The Cage dikabarkan menjual rumahnya hanya 2 minggu setelah dia membelinya, sementara pembeli lainnya dilaporkan mengalami gangguan jiwa sejak menempati rumah tersebut sebelum akhirnya tewas gantung diri.
Dari sekian banyak orang-orang yang pernah menempat The Cage, salah satu yang paling terkenal adalah Vanessa Mitchell. Ia dikabarkan mendiami The Cage selama 11 tahun sebelum kemudian memutuskan untuk menjualnya karena tidak tahan dengan kejadian-kejadian menakutkan yang menimpanya di sana.
Vanessa menjelaskan, bahwa ia pertama kali membeli The Cage pada tahun 2004 tanpa mengetahui masa lalu kelam yang dimiliki oleh rumah tersebut. Namun, hanya masalah waktu baginya untuk mengetahui kalau ada yang tidak beres dari rumah ini.
Menurut pengakuannya, ia mengaku sering mendengar suara langkah kaki dari koridor walau tidak ada siapa-siapa di sana. Volume TV sering berubah-ubah sendiri meskipun tidak ada orang di dekatnya, selain itu Vanessa juga mengaku melihat bercak darah misterius di ruang depan dan sosok menyerupai bayangan hitam.
Seiring berjalannya waktu, hal-hal aneh yang terjadi di dekatnya tidak kunjung berkurang, namun justru semakin di luar kendali. Saat ia sedang hamil, ia merasa kalau ada tangan tidak terlihat yang mendorongnya hingga jatuh ke tanah. Lalu saat putranya sudah lahir dan tengah terlelap, ia sempat melihat sosok berkepala kambing menampakkan diri di dekat putranya.
Merasa tidak tahan lagi dengan kejadian-kejadian menakutkan tersebut, Vanessa lantas memutuskan untuk menjual rumahnya. Ia juga memasang peringatan, bahwa rumah tersebut dihuni oleh makhluk halus yang tidak bisa diusir. Tidak diketahui kenapa Vanessa baru memutuskan untuk pindah dari The Cage setelah belasan tahun, namun yang jelas pengalamannya semasa tinggal di The Cage membuatnya begitu trauma hingga ia tidak mau lagi berada dekat-dekat dengan rumah tersebut.
Begitu kabar mengenai pengalaman buruk Vanessa beredar ke publik, rumah tersebut kemudian ramai dikunjungi oleh khalayak umum. Baik oleh mereka yang sekedar penasaran dan ingin menguji nyali, hingga kalangan paranormal yang ingin mengetahui hantu macam apakah yang mendiami rumah tersebut. Salah satu paranormal yang sempat mengunjungi langsung The Cage adalah Micky Rawlings.
Tidak butuh waktu lama bagi Rawlings untuk membuktikan bahwa memang ada makhluk tidak kasat mata yang mendiami The Cage. Begitu ia berada di dalam, ia langsung melihat buku-buku yang beterbangan sendiri. Ia juga sempat melihat sosok manusia bayangan dengan mata kepalanya sendiri dan mendengar bunyi-bunyian aneh, seperti bunyi langkah kaki serta dentingan piano.
Begitu takutnya Rawlings dengan keselamatannya sendiri, ia bahkan sampai memegang salib setiap kali hendak tidur di rumah tersebut. Pasalnya, setiap malam ia selalu terbangun sendiri akibat mendengar suara yang mencurigakan. Padahal Rawlings mengaku kalau ia aslinya adalah seorang atheis. Setelah beberapa hari menempati The Cage, Rawlings lantas menyimpulkan kalau tempat ini sebaiknya dijauhi karena makhluk halus yang ada di dalamnya bisa membunuh seseorang sewaktu-waktu.
Namun pengalaman mencekam Rawlings, sepertinya masih belum ada apa-apanya dibandingkan pengalaman horor yang dialami oleh Brad Mac dan 6 orang rekannya. Pada bulan Desember 2017, keduanya memutuskan untuk menginap bersama-sama di rumah tersebut. Vanessa turut mengantar mereka ke dalam The Cage, namun ia menolak untuk tetap bersama mereka saat hari sudah gelap.
Saat malam tiba, keanehan langsung terjadi. Alat pengukur gelombang yang dibawa oleh Mac langsung bereaksi liar dan menunjukkan hasil pengukuran yang berubah-ubah. Suara-suara langkah kaki terdengar dari dalam rumah. Saat Mac memeriksa tangga, ia merasa seolah-olah ada yang berbisik di dekatnya. Ia bahkan sempat melihat sepasang sosok manusia kecil berbadan kurus yang menampakkan diri di dekatnya, namun langsung melarikan diri saat Mac mencoba menyentuhnya.
Namun, Mac dan rekan-rekannya masih menolak untuk menyerah. Sejumlah rekan Mac melanjutkan penyelidikan ke kamar tidur utama di lantai atas. Ruangan yang disebut-sebut sebagai ruangan paling berhantu di The Cage, sedangkan Mac dan rekannya yang lain memantau mereka dari bawah tangga dengan memakain perangkat CCTV. Saat itulah hal yang sungguh-sungguh mengerikan terjadi.
Dari pantauan kamera CCTV, Mac dan rekannya menyaksikan bagaimana salah seorang rekan mereka yang bernama Debbie berubah wujud. Mulutnya terlihat menyeringai lebar, dan hidungnya terlihat memanjang seolah-olah ia sedang berubah wujud menjadi nenek sihir. Ketika Debbie akhirnya keluar dari kamar tidur dengan penampilan yang sudah terlihat normal, ia mengeluh kalau punggungnya terasa terbakar.
Saat punggung Debbie diperiksa, mereka menemukan adanya bekas luka bakar panjang. Seolah-olah punggung Debbie baru saja dicakar oleh tangan yang berapi. Mac pun lantas berspekulasi kalau saat berada di dalam kamar, ada hantu penyihir yang sempat merasuki Debbie untuk beberapa lama dan meninggalkan bekas. Seusai kejadian ini, Mac dan rekan-rekannya memutuskan untuk tidak lagi melanjutkan penyelidikan mereka di The Cage.
Masih banyak kisah-kisah horor lain terkait The Cage, bahkan mereka yang hanya sekedar melintas di depan The Cage mengaku sempat menjumpai penampakan-penampakan aneh. Mulai dari bola-bola bercahaya yang berjumlah banyak, sosok manusia bayangan, hingga penampakan manusia yang penampilannya menyerupai penyihir.
