Legenda Nini Pelet

Help US With Share

Legenda Nini Pelet dari Gunung Ceremai memang telah menjadi cerita turun-termurun dari para leluhur. Selain memiliki kecantikan yang abadi, konon kesaktian yang dimilikinya mampu memikat para pria muda untuk dijadikan kekasihnya. Kisah Nini Pelet sendiri sempat populer di era 80-an ketika dibuat ke dalam sandiwara radio. Seiring waktu kisahnya yang menyeramkan banyak diangkat ke dalam serial televisi.

Gunung Ceremai adalah sebuah gunung yang terletak dalam tiga wilayah meliputi Kabupaten Cirebon, Kuningan dan Majalengka. Gunung dengan ketinggian 3078 Mdpl tersebut merupakan salah satu gunung tertinggi yang ada di Jawa barat. Gunung Ceremai menawarkan pemandangan indah dengan beragam flora dan fauna yang ada di dalamnya bagi para penikmatnya.

Gunung Ceremai sendiri konon, dulunya merupakan tempat berkumpulnya para wali untuk melakukan Musyawarah. Tidak hanya itu, di gunung yang kerap menjadi destinasi wisata para pendaki ini tersimpan pula cerita misterius tentang sosok legenda yang cukup terkenal, yaitu Nini Pelet.

Sosok Nini Pelet sendiri adalah wanita yang memiliki kesaktian luar biasa, khususnya dalam ilmu pengasihan atau asmara. Karena kesaktian Ilmu hitam yang dimilikinya, konon Nini Pelet mempunyai singgasana di gunung yang memiliki kandungan energi panas bumi melimpah tersebut.

Nini Pelet memang dipercayai sebagai penguasa gunung Ceremai oleh warga yang menempati wilayah gunung Ceremai ini. Selain memiliki kesaktian yang luar biasa, Nini Pelet juga terkenal karena kecantikannya yang tidak akan pernah lekang oleh waktu. Bila para pemuda melihat sosok Nini Pelet, maka pemuda tersebut tidak akan dapat melepaskan diri dari jeratan pesona wanita ini.

Semua pria yang melihatnya akan bertekuk lutut dan jatuh hati pada wanita yang diketahui memiliki suami bernama Ki Rempah Mayit, seorang pendekar sakti yang dimakamkan pula di Gunung Ceremai. Konon, parasnya yang cantik dan awet muda itu didapatkan Nini Pelet dengan cara menumbalkan para pemuda yang terjerat asmara Nini Pelet dan menjadi kekasihnya.

Sosok Nini Pelet memang tidak dapat lepas dari sosok pendekar sakti berbudi luhur yang bernama Ki Buyut Mangun Tapa. Ki Buyut Mangun Tapa merupakan musuh bebuyutan dari Nini Pelet.

Ki Buyut sendiri adalah pencipta kitab mantra asmara yang di dalamnya terdapat ajian pengasihan jaran goyang yang terkenal dahsyat dan ampuh untuk memikat lawan jenis. Ilmu Jaran Goyang sendiri masih bisa kita dengar sampai saat ini, konon kitab mantra asmara yang berisi ajian serta ilmu sakti yang diciptakan Ki Buyut telah jatuh kepada sosok Nini Pelet.

Khawatir bahwa ilmu yang terdapat dalam kitab mantra tersebut akan disalahgunakan oleh Nini Pelet, Ki Buyut Mangun Tapa pun mengutus seorang murid yang dibekali kesaktian bernama Restu Singgih untuk merebut kembali kitab sang guru yang berada di tangan wanita jahat tersebut. Petualangan Restu Singgih untuk merebut kitab pusaka gurunya tersebut telah dibuat ke dalam sandiwara radio yang berhasil menarik para pendengar pada tahun 80-an.

Ki Buyut Mangun Tapa sendiri saat meninggal dimakamkan di Desa Mangun Jaya, Blok Karang Jaya, Indramayu, Jawa Barat. Konon, para ahli supranatural sering melihat kemunculan harimau yang dipercayai sebagai peliharaan Ki Buyut Mangun Tapa di malam hari pada Jumat Kliwon dan Selasa Legi di dekat makamnya.

Bila kita berkunjung ke gunung Ceremai, maka kita akan mendengar tentang keberadaan batu lingga dan harimau bermata satu di gunung Ceremai. Batu lingga sendiri sangat dikeramatkan oleh penduduk setempat, konon Nini pelet melakukan pertapaan di batu tersebut. Selain itu, di tempat itu pula Sunan Gunung Jati melakukan dakwah dalam menyebarkan agama islam.

Karena nilai sejarah tersebut penduduk setempat melarang para pendaki untuk berbuat hal-hal yang kurang baik di tempat tersebut. Selain batu lingga, ada pula harimau bermata satu yang dipercaya penduduk sebagai sekutu dari Nini Pelet. Harimau bermata satu tersebut digunakan Nini pelet sebagai tunggangannya. Keberadaan harimau bermata satu tersebut juga diyakini hidup di sebuah ranting kering yang rimbun di gua yang ada di gunung Ceremai.

Pelet Jaran Goyang adalah salah satu pelet yang paling ampuh untuk memikat lawan jenis. Pelet yang diciptakan oleh Ki Buyut Mangun Tapa dan dituliskan dalam sebuah kitab mantra asmara miliknya tersebut memang terkenal hingga saat ini.

Para praktisi supranatural seolah berlomba untuk mempelajari ilmu pelet yang konon mampu membuat seseorang dengan mudah jatuh cinta. Pemilik Ilmu pelet Jaran Goyang diketahui tidak memiliki pantangan terhadap apapun.

Berbeda dengan pelet lain yang memiliki pantangan tertentu dan bila dilanggar kesaktian atau khasiat dari peletnya akan menghilang, maka pelet Jarang Goyang diketahui tidak akan terpengaruh oleh pantangan apapun.

Adapun ciri-ciri seseorang yang terkena pelet ini akan terlihat seperti seseorang yang sedang gelisah, selalu terbangun di malam hari, memikirkan orang tersebut terus menerus, merasa kebingungan bila terbangun dari tidurnya, tertawa terus menerus seolah sedang membayangkan sesuatu yang menyenangkan.

Karena pengaruhnya yang buruk bagi orang lain, maka tidak heran bila sang empunya yaitu Ki Buyut Mangun merasa cemas bila kesaktian Jaran Goyang disalahgunakan oleh orang-orang tidak bertanggung jawab seperti Nini Pelet.

Sama seperti gunung-gunung lain yang ada di Indonesia, di gunung Ceremai pun memiliki beberapa peraturan yang harus diikuti oleh para pengunjung gunung.

Para pengunjung tidak diperbolehkan buang air kecil atau air besar dengan menyentuh tanah, pengunjung juga tidak diperbolehkan berkeluh kesah atau memegang bagian lutut bila dalam keadaan lelah. Bila salah satu dari peraturan tersebut dilakukan atau dilanggar oleh para pengunjun, maka bala Nini Pelet akan menimpa orang yang melanggarnya.

 


Help US With Share