Beberapa Tempat Menyeramkan Di Negara Myanmar

Help US With Share

Keindahan alam dan budaya Myanmar yang mempesona sangat menarik untuk dijelajahi. Namun selain keragaman budaya dan tempat wisata, negara yang mendapat julukan Tanah Emas karena kaya akan hasil tambangnya itu juga memiliki tempat wisata menyeramkan yang dapat dipastikan membuat bulu kuduk merinding.

Beragam tempat menyeramkan ini menjadi populer, karena kisah-kisah yang dibagikan oleh masyarakat setempat. Kebanyakan tempat seram ini muncul dari sebuah bangunan lama yang kini terbengkalai.

Berikut beberapa tempat menyerankan yang ada di Negara Myanmar.

GEREJA PORTUGIS

Gereja Portugis yang dibangun pada tahun 1749 oleh seorang misionaris Italia itu, kini hanya menyisakan reruntuhannya saja. Atap gereja sudah hilang, namun dindingnya masih berdiri kokoh. Di gereja inilah terdapat makam De Brito, seorang tentara bayaran negara Portugis yang meninggal akibat mengalami luka tusukan.

Adanya makam dan lingkungan sekitar gereja yang ditumbuhi oleh pohon-pohon besar, membuat tempat ini terasa semakin menyeramkan.

HOTEL STRAND

Hotel Strand dibangun pada tahun 1901 sebagai hotel mewah kolonial, Strand mengumpulkan kisah-kisah penampakan hantu. Mulai dari penampakan orang Eropa, pelayan hantu, dan suara musik atau langkah kaki di koridor yang kosong. Sejarah panjang bangunan ini melalui pemerintahan kolonial, Perang Dunia II, dan transisi pasca perang.

Tamu dan staf melaporkan adanya titik-titik dingin, lampu yang berkedip-kedip, dan sosok-sosok yang tampak muncul tiba-tiba dengan pakaian zaman dahulu, yang sering digambarkan berada di dekat lobi hotel, tangga, dan suite-suite lama.

ISTANA CHIN TSONG

Istana Chin Tsong terletak di Kabar Aye Pagoda Road, Mayangon Township. Istana ini merupakan milik seorang taipan kaya raya yang hidup pada masa kolonial silam.

Pada tahun 1923, ia dilaporkan meninggal dunia setelah mengalami kebangkrutan. Istana ini pun dibiarkan terbengkalai begitu saja. Namun, menurut kabar yang beredar, istana ini direncanakan akan direnovasi ulang.

JALAN ANAWRAHTA / RUMAH-RUMAH KOLONIAL

Rumah-rumah besar abad ke-19 dan ke-20 di Mandalay dan sekitarnya di Jalan Anawrahta berulang kali disebut-sebut berhantu. Rumah-rumah kolonial yang terbengkalai atau dialihfungsikan dengan cat yang mengelupas dan taman yang ditumbuhi semak belukar, menarik cerita-cerita hantu yang terkait dengan trauma masa perang dan tragedi keluarga.

Warga setempat menceritakan banyak suara tawa anak-anak di rumah-rumah kosong, bayangan yang bergerak di balik jendela yang tertutup tirai di malam hari, dan ketukan atau suara bisikan yang tidak dapat dijelaskan.

PEGU CLUB

Pegu Club yang dibangun pada tahun 1885 silam ini, kini kondisinya sudah rusak dan terbengkalai setelah ditinggalkan begitu saja. Padahal, tempat ini pernah menjadi salah satu klub pria paling populer di Asia Tenggara.

Kisah horor mengenai hantu yang konon katanya menghuni tempat ini pun banyak terdengar dari mulut ke mulut penduduk setempat.

TAMAN HIBURAN YANGON

Taman Hiburan Yangon dibuka pertama kali pada tahun 1998, kemudian ditutup pada tahun 2012 lalu. Setelah tidak lagi beroperasi, taman hiburan yang di dalamnya terdapat komedi putar, roller coaster, perahu motor, dan balon udara itu dibiarkan terbengkalai begitu saja sehingga meninggalkan kesan angker.

Saat tiba di tempat ini, suasana mencekam yang membuat bulu kuduk merinding langsung bisa kita rasakan. Menurut beberapa saksi mata, seringkali terdengar suara-suara aneh yang tidak diketahui asalnya dari taman hiburan tersebut.

THE MINISTERS’ BUILDING

The Ministers’ Building merupakan salah satu bangunan bersejarah di Myanmar. Tempat yang hanya dibuka untuk umum setahun sekali ini ternyata menyimpan cerita yang cukup kelam. Tepatnya pada bulan Juli tahun 1947 silam, seorang jenderal bernama Aung San beserta 6 menteri kabinetnya tewas dibunuh oleh saingannya.

Saat tempat ini dibuka, publik diizinkan untuk melihat secara langsung ruang yang konon digunakan untuk melakukan pembunuhan keji tersebut. Sekarang tempat ini telag direnovasi untuk dijadikan museum.

 

 

 


Help US With Share