Beberapa Mitos Terkenal Di Danau Toba

Help US With Share

Danau Toba merupakan salah satu destinasi wisata di Sumatera Utara (Sumut) yang memiliki sejumlah keunikan. Praktis Danau Toba sebagai salah satu dari lima daftar Destinasi Super Prioritas (DSP) di Indonesia.

Dengan keindahan alamnya, tak heran danau yang terletak di tengah-tengah Pulau Sumatera bagian utara ini menjadi salah satu destinasi favorit pelancong yang bepergian ke Tanah Batak.

Namun, di balik keindahannya, tersimpan sejumlah mitos terkait danau yang memiliki panjang 100 kilometer dan lebar 30 kilometer ini.

Berikut beberapa mitos yang ada di Danau Toba.

IKAN MAS RAKSASA

Menurut cerita yang dipercayai secara turun menurun, di Danau Toba terdapat sosok tiga ekor ikan mas. Yang paling besar memiliki warna khas Batak (Bonang Manalu), yaitu merah, hitam dan putih. Menurut pengakuan masyarakat sekitar, mereka sering melihat ketiga ekor ikan antara 5-10 meter mengarungi danau. Nelayan di Danau Toba tidak jarang gelisah saat ikan mas tersebut lewat, sebab sering merusak perangkap jala yang mereka pasang. Konon, ketiga ekor ikan mas itu adalah penunggu Danau Toba yang sudah ada sejak ratusan tahun lalu.

KALAU TIDAK SOPAN TENGGELAM

Seperti pada umumnya di mana pun, saat kita berkunjung ke Danau Toba kita harus bersikap dan berkata sopan di area Danau Toba. Di area Danau Toba dilarang melakukan tindakan asusila, menyakiti hewan, bsampa melemparkan benda-benda yang dianggap tidak sopan.

Berdasarkan keterangan dari pengakuan warga sekitar, dulu pernah ada seorang perempuan yang melanggar pantangan itu dengan melemparkan sampah ke danau. Entah mengapa, wanita tersebut seolah-olah ditarik oleh sosok misterius tidak kasat mata untuk masuk dan ditenggelamkan ke dalam Danau Toba.

SOSOK BEGU GANJANG PENCABUT NYAWA

Begu Ganjang merupakan makhluk mistis yang sudah lama dikenal oleh etnis Batak Toba. Berdasarkan keterangan masyarakat setempat, Begu Ganjang berarti hantu panjang yang keberadaannya sering dikaitkan dengan fenomena ganjil seperti, orang yang tiba-tiba sakit atau meninggal secara misterius.

Mereka yang pernah melihat sosok ini menjelaskan, bahwa Begu Ganjang ialah makhluk tinggi yang jika dilihat dapat mencekik orang yang melihatnya.

Sosoknya diyakini memiliki rambut panjang dan suka berdiam di pucuk pohon yang tinggi. Walau eksistensi makhluk misterius ini masih menjadi perdebatan, tapi tidak sedikit yang percaya dengan keberadaannya.

SOSOK MISTERIUS TEPI DANAU

Diceritakan ada sekelompok mahasiswa lulusan USU pernah melakukan malam keakraban di pinggiran Danau Toba. Seperti umumnya sekelompok anak muda, mereka menghabiskan waktu dengan berfoto bersama saat waktu mendekati jam Maghrib.

Keanehan pun muncul saat semua foto selesai dicetak. Dari semua foto yang dicetak, diantaranya ada potret yang berwarna pucat. Namun yang lebih mencekam lagi tampak sosok jauh di belakang mereka laksana seekor monyet tetapi serupa insan dengan wajah serupa kakek tua dan sangat memprihatinkan dengan kaki yang terbuai serta badan yang membungkuk.

SOSOK PENUNGGU GUBUK

Tidak banyak orang yang tahu pada akhir tahun 1948, sang proklamator Bung Karno telah menjalani pembuangan di gubug reyot tersebut selama 22 hari oleh pemerintah Belanda. Walau sudah lama berlalu, gubug reyot tersebut masih berdiri kokoh di tepi Danau Toba. Hanya saja, gubug pengasingan tersebut tidak lagi reyot. Gubug tersebut kini sudah berubah menjadi wisma megah yang digunakan untuk menyambut tamu Pemerintahan Provinsi Sumatra Utara.

Seiring dengan perjalanan sejarah, wisma megah tersebut menimbulkan misteri tersendiri untuk pengunjungnya. Menurut keterangan warga, tidak sedikit cerita misteri muncul dari gubug bekas lokasi tinggal sang proklamator itu. Tidak sedikit pengunjung yang mendengar suara-suara dan langkah kaki dari ruang pertemuan yang dulu digunakan Bung Karno. Bahkan, pengunjung yang menginap juga sering merasakan gangguan dari makhluk astral yang menunggu.

SOSOK WANITA BERWAJAH RATA

Ada sekelompok anak muda yang mengalami kejadian misterius di penginapan tepi Danau Toba. Saat itu anak-anak muda itu bermain di pinggiran Danau Toba tepat tengah malam lantaran belum bisa tidur.

Dari sekelompok pemuda tersebut ada seseorang yang memilih duduk di tepian danau karena tidak mau bermain. Saat teman-temannya tengah asyik bermain dia melihat ada sosok perempuan misterius yang tiba-tiba muncul di tengah teman-temannya yang bermain air. Wanita misterius tersebut berjalan dari telaga dan menuju ke arahnya. Dia pun sontak kaget ketika wanita tersebut mendekat, sebab yang dilihatnya bukanlah sosok perempuan berwajah cantik tetapi wajah putih dan rata tanpa mata, mulut atau hidung.

TANGISAN MISTERIUS

Sebagai salah satu danau yang indah, Danau Toba menawarkan pemandangan mempesona yang tidak hanya siang hari namun saat malam hari pun juga. Tidak sedikit orang yang bermalam untuk merasakan sinar rembulan menyinari Danau Toba saat malam tiba.

Namun, selain itu ternyata terdapat pula makhluk misterius yang seakan masih mempunyai tanggungan di dunia yang ikut merasakan malam di pinggir Danau Toba. Ada kisah yang menceritakan, bahwa di beberapa sudut Danau Toba sering kali terdengar suara isak tangis kesedihan yang konon merupakan korban tenggelam di sana.

TONGGING

Cerita seram ini terjadi di malam tahun baru 2009, saat sekelompok orang merasakan indahnya peralihan tahun di desa Tongging, desa yang berada di tepi Danau Toba. Untuk menemukan pemandangan luar biasa di tahun baru, sekelompok pemuda tersebut berjalan melalui tanjakan Tongging.

Tidak hanya medan terjal yang mengganggu perjalanan mereka. Ada pula makhluk yang tidak kasat mata ikut mengganggu perjalanan mereka. Seperti mesin kendaraan yang tiba-tiba mati tanpa sebab, sedangkan mesin kendaraan dalam kondisi baik.

WAJIB MENGUCAPKAN SANTABI OPPUNG

Sebagai salah satu telaga vulkanis purbakala, Danau Toba telah melewati berbagai era. Tidak sedikit hal yang terjadi di Danau Toba, entah itu baik maupun buruk. Untuk mencapai Danau Toba, pengunjung akan melintasi banyak tanjakan yang berliku.

Konon, di salah satu jalanan berliku dan lembah-lembah yang indah itu ada suatu gua misterius. Anehnya, saat kendaraan melewati bagian depan gua itu, mesinnya tiba-tiba mati tanpa alasan yang jelas. Masyarakat sekitar mempercayai, andai hal tersebut terjadi, maka harus mengucapkan kalimat

‘Santabi Oppung’ yang berarti permisi dalam bahasa Medan. Setelah itu mesin bisa kembali menyala, konon kisah ini pun sama dengan kisah di wilayah Batu Lubang, Sibolga. Kisah seram ini cukup terkenal di kalangan masyarakat Sibolga-Tapteng, terutama bagi kalangan sopir

 

 

 

 

 

 


Help US With Share