Asal Mula Ouija
Ouija merupakan urban legend dari Eropa yabg berupa papan untuk memanggil arwah orang yang sudah meninggal. Orang Eropa dan Amerika sering menyebutnya “Spirit of The Coin”. Ouija merupakan salah satu urban legend tentang permainan memanggil roh atau arwah yang ada di bumi.
Menurut penulis “Occult America” yang dirilis pada 2001, Mitch Horowits, cerita tentang ouija pertama kali muncul pada akhir 1890 saat dua orang mempunyai ide untuk membuat sebuah papan berisi alfabet dan memberinya nama papan ouija. Horowitz menjelaskan, arti dari nama “ouija” itu sendiri tidak diketahui.
Pada era 60-an, hak paten papan ouija berada di tangan perusahaan mainan, Parker Brothers dan tahun 1991 mengganti nama menjadi Hasbro. Pada tahun 1966, perusahaan itu mulai menjual ouija sebagai “board game”.
Parker Brothers pun berhasil mendapat banyak keuntungan dari penjualan papan ouija. Bahkan, penjualan papan ouija mengalahkan penjualan Monopoly yang juga diproduksi oeh Parker Brothers.
Horowitz memperkirakan sekitar 25 juta papan ouija terjual di Amerika. Ouija menjadi tren dari tahun 1960 hingga tahun 1970an. Kemudian penjualannya menurun drastis sekitar tahun 1980 hingga tahun 1990an.
Perusahaan Parker Brothers (Hasbro) tidak pernah merilis angka pasti penjualan papan permainan itu, tapi Mitch Horowitz menilai hal tersebut dari bagaimana cara mereka berjuang untuk menjual ouija.
Pada 1980 hingga 1990an, Parker Brothers meluncurkan berbagai macam papan ouija, termasuk versi “glow in the dark”. Strategi itu dibuat untuk menghilangkan mindset bahwa permainan itu diciptakan untuk memanggil arwah. Horowitz menyebutkan, perusahaan tersebut memiliki target pasar pada gadis-gadis yang mungkin akan memainkan papan ouija di pesta atau saat sedang menginap bersama.
Namun, kini Hasbro sengaja menjadi bagian dari produksi film “Ouija” untuk menegaskan kemampuan papan Ouija sebagai salah satu alat untuk memanggil arwah. Juru bicara Hasbro pun mengakui hal tersebut. Dia mengatakan, perusahaannya yakin bahwa film “Ouija” mampu menciptakan kesenangan dibanding hal yang bersifat mistis untuk menakuti orang.
Asal mula papan ouija dari dataran Tiongkok pada masa Kekaisaran Dinasti Song yang digunakan untuk menghubungi orang yang telah mati ataupun roh. Dalam papan ouija, terdapat huruf abjad mulai dari A hingga Z, kemudian penomeran mulai dari 0 sampai 9, terdapat juga kata “yes”, “no”, “home” dan “good bye.”
Jika ingin mencoba permainan ini, maka harus menyiapkan beberapa benda sebagai persyaratan, seperti sebuah koin atau uang logam, atau gelas kecil, atau benda kecil apa saja yang nantinya akan dijadikan sebagai penunjuk. Kemudian lilin, papan atau meja, atau kertas, yang di atasnya telah dilukis simbol tertentu untuk permainan ouija.
Untuk memulai permainan Ouija dibutuhkan lokasi yang remang-remang, sepi, apa lagi jika dilakukan saat tengah malam. Tidak disarankan memainkan ouija di dalam rumah. Dianjurkan bermain di lokasi yang tidak berpenghuni untuk menghindari efek negatif yang tertinggal dari pemanggilan arwah. Jika semua syarat telah terpenuhi, maka permainan pun bisa segera dimulai.
Caranya, letakkan koin di atas papan yang telah diberi simbol ouija tepat di tengahnya. Kemudian, letakkan lilin yang menyala di sebelah papan. Untuk memanggil roh atau arwah agar mau masuk dan ikut ke dalam permainan, pemain diharuskan membaca mantra pemanggil.
Mantra tersebut dibaca sambil menempelkan jari telunjuk pada koin. Kemudin gerakkan koin memutar secara perlahan dan sangat pelan. Mantra di atas dapat dibaca berulang-ulang hingga merasa roh telah datang. Kedatangan roh ditandai dengan koin mulai terasa berat saat digerakkan.
Jika sudah siap, mulailah memberi pertanyaan kepada roh atau arwah yang telah datang. Karena ini hanya permainan, maka pertanyaan yang diberikan juga harus relevan dengan pilihan jawaban yang ada, yaitu “yes”, “no”, dan angka 0 hingga 9.
Jika menanyakan hal yang tidak relevan, dikhawatirkan akan memberi dampak negatif. Misalnya, roh tersebut tidak ingin pergi, akan mengikuti pemain, atau bisa mengganggu pemain. Bermainlah dengan melemparkan pertanyaan hingga bosan. Permainan ini lebih baik dilakukan oleh 2 sampai 4 orang. Jika terlalu ramai, kemungkinan akan gagal.
Jika sudah selesai bermain, harus mengucapkan dengan kata penutupnya yaitu, “good bye” atau “selamat tinggal.” Sebelumnya, pemain juga harus membuat pernyataan kepada roh bahwa permainan telah selesai.
Pastikan roh atau arwah yang dipanggil tadi telah pergi dengan cara putar kembali koin tersebut. Jika terasa ringan seperti semula, berarti semuanya kembali normal. Yang terpenting, jangan lupa mematikan lilin. Hal ini dipercaya sebagai simbol telah putusnya hubungan antara pemain dan roh dalam permainan.
Namun, permainan ini tidak bisa dimainkan dengan sembarangan. Banyak orang yang celaka bahkan sampai meninggal akibat roh yang dipanggil tidak bisa kembali ke tempat asalnya.
Salah satunya adalah pelajar di Massachusetts dan adiknya yang iseng membeli papan ouija dan memainkannya. Awalnya, permainan itu menyenangkan, karena mereka bisa bertanya banyak hal, mulai dari nama arwah, hingga cerita tentang keluarganya.
Namun setelah dua minggu bermain, arwah yang bernama Zozo terus datang dan enggan untuk pergi. Bahkan, Zozo berkata bahwa dia adalah setan yang akan membawa pergi Bonnie dan adiknya. Karena ketakutan, Bonnie berhenti memainkannya, dan membawa papan ouija tadi ke Gereja agar terbebas dari Zozo.
Setahun kemudian, sahabat Bonnie kehilangan adik tercintanya dalam kecelakaan mobil. Lalu, dia pun meminta Bonnie menggunakan papan ouija untuk memanggil arwah adiknya yang meninggal. Saat permainan dimulai, sahabat Bonnie berkata kepada arwah adiknya, bahwa dia sangat rindu dan begitu merasa kehilangan sejak adiknya meninggal.
Dua minggu berselang, sahabat Bonnie meninggal dalam kecelakaan mobil sama seperti yang dialami oleh adiknya. Sejak saat itu, Bonnie pun membuang papan itu jauh dari rumahnya.
Ada pula cerita seorang bernama Angela Jackson dari Kilbarchan, Renfrewshire yang dihantui iblis selama enam tahun sejak memainkan ouija. Dia mengingatkan siapapun agar tidak pernah sekalipun mencoba bermain Ouija.
