Mitos Gunung Sunda

Indonesia, negara dengan banyak pemandangan alam yang indah, menyimpan banyak cerita tentang pegunungan yang penuh misteri dan keajaiban. Salah satu gunung yang menarik perhatian adalah Gunung Sunda, sebuah puncak megah di bawah langit biru Jawa Barat.
Walau terkenal dengan keindahannya yang memukau, Gunung Sunda juga menyimpan sejumlah mitos dan misteri yang menjadi bagian dari sejarah dan budaya setempat.
Daerah pegunungan ini terbentuk dari batupasir kuarsa, dengan kemiringan lebih dari 40%, luas -+150 hektar. Ini menjadi cekungan dan sumber air untuk beberapa desa di sekitar gunung di bawahnya.
Gunung Sunda Juga menjadi tempat Wisata yang sangat ramai dikunjungi oleh wisatawan, tidak hanya datang dari Jawa Barat sendiri tapi juga datang dari luar Provinsi Jawa Barat Diketahui Gerbang utama menuju Gunung ini berada di Kampung Jambelaer, sekitar 3 km dari Polsek Cisaat.
Nah, Untuk menaikinya ke arah Puncak Gunung Sunda, diperlukan waktu sekitar 10 menit. Pemandangan dari Puncak Gunung Sunda di sebelah utara terlihat terlihat jelas Gunung Gede Pangrango serta hamparan permukiman warga yang memesona.
Namun, ternyata dibalik keunikan dan keindahan panorama yang disuguhkan Gunung Sunda, banyak terdapat cerita mitos dan Mistis yang dipercayai oleh warga setempat. Berikut adalah cerita-cerita mitos atau cerita mistik yang beredar tentang mitos Gunung Sunda yang dilansir dari berbagai Sumber.
Gunung Sunda memiliki nama lain yaitu Gunung Kerud atau Gunung Tunda. Tujuan penamaan lain dari Gunung Sunda tersebut konon, karena di lokasi tersebut pada zaman dahulu merupakan tempat persembunyian. Sehingga lokasi keberadaan Gunung Sunda tidak diketahui.
Konon, tujuan penamaan lain dari Gunung Sunda dengan Gunung Tunda supaya tidak diketahui tersimpannya barang pusaka. Sebab, jika barang pusaka diketahui keberadaannya maka orang yang menemukannya akan menjadi kaya raya atau menjadi penguasa. Oleh karena itu, orang tua jaman dahulu sengaja mengganti nama gunung sunda ini menjadi Gunung Kerud atau Gunung Tunda.
Di sekitar Gunung Sunda terdapat sebuah Goa, konon di goa itu merupakan tempat penyimpanan peralatan senjata perang laskar Padjadjaran. Dan sering kali ada penampakan berupa ‘maung’ atau macan. Cerita lainnya, goa yang terlihat besar dari luar namun menyempit ke dalam itu konon tembus dan terhubung dengan Goa Kutamaneuh di Gunung Guruh dan Goa Sarongge Cicantayan.
Sebagian orang Gunung Sunda masih dikeramatkan dan dipercaya tempat persinggahan Prabu Siliwangi dan para pengawalnya. Pengabdi Prabu Siliwangi itu dipercaya menjadi penghuni goa dan Gunung Sunda, yang sewaktu-waktu menampakkan diri berupa macan hitam bergaris merah yang disebut Maung Lodaya. Di sekitar lokasi Gunung Sunda ini, konon sering adanya penampakan hal gaib yakni berupa kereta kencana yang dipercayai berasal dari Kerajaan Padjadjaran.
Di sekitar Gunung Sunda terdapat beberapa batu purba, seperti Batu Buruy, Batu Lulumpang, Batu Kasur dan Batu Bilik. Di sebut Batu Buruy karena batu tersebut menyerupai bentuk buruy (kecebong), dan terdapat sebuah lobang yang selalu terisi air dan didalanya hidup binatang buruy atau kecebong. Batu buruy terletak di sisi sebelah barat berada tidak jauh dari puncak gunung sunda.
Konon, di Batu Buruy tersebut sering dikunjungi dan dijadikan pertapaan oleh para jawara yang hendak meningkatkan ilmu kanuragan atau kesaktian. Di sekitar batu buruy, konon terdapat pesantren gaib yang di pimpin oleh Eyang Haji Raden Suryakencana dengan para santrinya dari bangsa Jin. Konon, para jawara yang hendak meningkatkan ilmu kesaktian harus ikut dipesantren gaib tersebut.
