Harta Karun Besar Yang Belum Berhasil Ditemukan

Menjadi kaya dalam semalam nampaknya merupakan impian sebagian besar manusia di muka bumi. Beberapa cara seperti berjudi dan memenangi lotere kerap dilakukan sejumlah orang di dunia demi berstatus kaya secara instan. Namun, di samping berjudi dan membeli kupon lotere, sejumlah orang justru melakukan cara yang eksentrik demi menjadi seorang miliarder. Cara eksentrik itu dilakukan yaitu dengan berburu harta karun yang tersembunyi.
Sebagian orang mungkin terkejut bahwa masih banyak harta karun tersembunyi yang tersimpan di penjuru belahan bumi. Ada emas yang disembunyikan oleh bajak laut, artefak tua yang dicuri, burung hantu emas tersembunyi, dan masih banyak lagi menunggu untuk ditemukan para calon miliarder. Berikut beberapa harta karun yang belum ditemukan
The Amber Room
Dari semua harta karun dunia yang hilang, Amber room adalah salah satu yang paling terkenal. Sebuah ruangan yang dibangun benar-benar berlapiskan dari emas kuning dan daun emas, sangat luar biasa cantik yang sudah lama dikenal sebagai Keajaiban kedelapan Dunia. Bangunan yang di bangun pada tahun 1709, itu merupakan tempat Raja Prusia sampai ia memberikan sebagai hadiah untuk Tsar Rusia Peter Agung pada 1716. Itu tetap di Rusia selama lebih dari dua ratus tahun dan kemudian menghilang.
Saat Nazi menyerbu Leningrad (St Petersburg) pada tahun 1941, Soviet berusaha menyembunyikan harta karun terkenal mereka, namun nazi tidak mudah tertipu. Hanya butuh waktu 36 jam untuk mengambil isi Amber Room ke dalam peti, dan dengan kereta dibawa menuju kota Jerman Konigsberg. Saat perang berakhir pada 1945, Soviet mencoba merebut kembali Amber Room tapi keajaiban kedelapan Dunia tidak pernah terlihat lagi.
Lebih dari enam puluh tahun terakhir banyak rumor yang mengenai keberadaan Amber Room. Ada yang bilang hancur dalam pemboman Konigsberg, dan ada yang menyatakan bahwa itu terkubur di suatu tempat di Pegunungan Bijih atau terkubur di sebuah kapal selam yang tenggelam ke dasar Laut Baltik.
Tapi sekarang, pemburu harta karun Jerman mengatakan bahwa mereka telah menemukan sebuah gua bawah tanah terlupakan yang beriisi dengan emas Nazi. Dan mereka yakin bahwa Ruang Amber juga tersembunyi di dalam. Membuka gua akan sulit, karena diketahui bahwa nazi memasang ranjau di harta mereka dengan bahan peledak.
The Ark of the Covenant
Saat ditanya tentang harta karun paling berharga di dunia, orang-orang kebanyakan pasti akan menjawab gold train-nya Nazi. Alasannya ada dua, yakni karena nilai sejarahnya dan jumlah emas yang berjumlah sangat banyak. Tidak bisa dibantah jika kereta emasnya Nazi tersebut sangat berharga, tapi benda itu nyatanya tidak lebih penting jika dibandingkan dengan harta terpendam satu ini. Harta yang dimaksud adalah The Ark of Covenant atau yang juga sering disebut Tabut.
Menurut rumornya bukan emas berbatang-batang seperti gold train-nya Nazi, tapi hanya sebuah peti. Namun, meskipun cuma peti, Tabut ini berisi hal-hal yang luar biasa penting. 10 perintah Tuhan kepada Musa yang ditulis dalam sebuah tablet atau batu, dipercaya banyak orang sebagai salah satu isi dari Tabut.
Karena isinya yang begitu penting, maka pencarian pun dilakukan dari waktu ke waktu. Orang-orang Israel yang paling getol soal peti ini, karena Tabut menjadi semacam benda kebesaran mereka di masa lampau.
Tabut tersebut sebenarnya tidaklah sesederhana yang kita pikir. Tabut bukanlah peti biasa yang hanya kotak saja, ternyata di alam peti tersebut punya ornamen-ornamen cantik yang luar biasa indah. Seperti semacam ukiran-ukiran detail serta hiasan yang berupa patung malaikat di beberapa sisi. Dapat dibilang Tabut merupakan peti paling artistik dan indah di dunia.
Menurut Sejarah, Tabut itu sebenarnya terbuat dari kayu akasia yang kuat dan tahan lama. Tidak hanya itu, Tabut ini terbuat dari kayu Sitim (mirip dengan akasia) dan ditutupi emas pada bagian luar dan pada tutup tabut pendamaian terdapat dua malaikat yang juga terbuat dari emas. Tabut Perjanjian diyakini memiliki kekuatan gaib, karena dalam beberapa kejadian unik menyebabkan kematian seorang pria.
Faberge Eggs
Faberge Eggs, telur yang berukiran menarik dan bertatahkan berlian dan di dalamnya ada replika kereta kencana. Telur yang menjadi benda seni. Telur ini adalah miniatur telur yang dibuat oleh House of Faberge, yang dipimpin oleh Peter Carl Faberge, untuk Tsar Rusia Alexander III dan Nicholas II.
Sebenarnya House of Faberge banyak membuat miniatur telur seperti ini, dari kurun waktu tahun 1885 hingga 1917. Tapi yang terkenal adalah yang dihadiahkan kepada para Tsar Rusia. Telur pertama dibuat tahun 1885, atas pesanan Tsar Alexander III untuk istrinya, Tsarina Maria Feodorovna. Sejak itulah kemudian Kekaisaran Rusia selalu memesan minimal satu buah miniatur telur yang lengkap dengan ornamen-ornamen yang indah, kecuali pada tahun 1904-1905 saat sedang berlangsung Perang Rusia-Jepang. Untuk tahun 1918, sebenarnya sudah ada miniatur telur lain yang akan dikirimkan, namun karena kondisi di Rusia sudah berubah (Tsar Nicholas II dan keluarganya dibunuh pada tahun 1917 dan ia sudah turun tahta), miniatur itu tidak pernah dikirimkan.
Keunikan Faberge Eggs terletak pada dua hal: satu, bagian luarnya yang penuh dengan hiasan yang sangat indah, dan kedua, karena ada kejutan yang sudah disiapkan di dalam telur tersebut jika telur itu dibuka. Kejutannya bisa apa saja, ada replika kereta api, replika kereta kencana, bola dunia, foto seseorang, replika kapal, replika istana, dan lain sebagainya. Semuanya tersimpan dengan rapi di dalam miniatur tersebut, dan selalu menjadi sesuatu yang menarik jika telur tersebut diperlihatkan untuk umum.
Sayangnya, tidak semua telur2 itu kini menyimpan kejutan itu. Ada yang sudah hilang, meskipun ada juga yang masih tersimpan dengan baik di dalam telur tersebut. Dari 50 telur yang ada dan menjadi koleksi Kekaisaran Rusia, ada 42 yang masih selamat, dan kini dipamerkan di berbagai tempat di dunia, kebanyakan di Moskow. Telur itu disimpan sebagai salah satu koleksi Kekaisaran Rusia yang dan perlu untuk dilindungi, selain mahkota dan aksesoris kerajaan.
Montezuma’s Treasures
Pembantaian atas suku Aztec di Mexico yang dilakukan oleh orang-orang Spanyol menjadi perhatian pada tahun1520. Setelah membunuh Kaisar Montezuma, Hernando Corts dan pasukannya dikepung oleh para kesatria Aztec yang marah, di ibu kota Tenochtitlan. Setelah pertempuran sengit selama beberapa hari, Corts memerintahkan pasukannya untuk mengumpulkan harta Montezuma yang paling berharga lalu membawanya keluar. Namun belum begitu jauh mereka melarikan diri, pasukan Aztec berjaya mengejar mereka serta menyerang pasukan Spanyol di Tasik Tezcuco. Pasukan yang tersisa segera membuang harta rampasan mereka kemudian langsung kabur.
Setahun kemudian Corts datang lagi dengan pasukannya untuk mengambil kembali harta tersebut. Namun penduduk Tenochtitlan telah menyembunyikan harta tersebut, sehingga harta-harta itu tidak pernah ditemui lagi hingga sekarang. Sampai sekarang para pencari harta karun masih sibuk mencari peninggalan suku Aztec tersebut di sekitar kota Tenochtitlán, yang sekarang telah berganti nama menjadi Mexico City.
Pharaos’ Missing Treasures
Ketika tahun 1922 Howard Carter menemukan makan Tutankhamen di Lembah Para Raja (Valley of the Kings), Mesir, dia terpesona oleh kemegahan artefak-artefak yang terdapat di makam raja muda tersebut. Di sekitar makan terdapat banyak sekali batu permata serta artefak2. Begitu banyaknya, Carter membutuhkan waktu 10 tahun untuk membuat katalognya. Namun, saat penggalian makam Fir’aun lainnya di akhir abad ke 19 ditemukan kenyataan bahwa makam dalam keadaan kosong.
Hampir semua orang tahu, bahwa para perompak makam telah menjalankan aksinya selama berabad-abad yang lalu. Beberapa ahli percaya, bahwa harta sebenarnya sengaja diambil oleh para pendeta yang melakukan pemakaman atas dinasti Raja-Raja Mesir yg ke 20 dan ke 21 (thn 425-343 SM) di Lembah Para Raja. Fir’aun-Fir’aun di masa itu konon tidak melarang utk mengambil harta yg ada di makam nenek moyang mereka.
Salah satu petinggi masa itu yg bernama Herihor menjadi contohnya. Herihor adalah seorang petugas mahkamah tinggi di jaman Ramses XI. Pada saat Ramses meninggal, Herihor merebut kekuasaan, kemudian Kerajaan dibagi dua dengan menantunya, Piankh. Herihor kemudian menempatkan dirinya sebagai penanggungjawab upacara pemakaman di Lembah Para Raja, hingga dia punya banyak kesempatan untuk merampok makam raja-raja terdahulu. Makam Herihor sendiri sampai saat ini belum ditemukan. Namun, para ahli yakin bahwa suatu ketika misteri hilangnya harta di makam para Fir’aun akan terkuak seiring dengan waktu yg berjalan.
