Beberapa Kisah Mistis Di Karanganyar

Help US With Share

Di setiap daerah biasanya memiliki urban legend atau kisah-kisah cerita mistis, tidak terkecuali di Kabupaten Karanganyar, daerah yang terletak di kaki Gunung Lawu. Kisah mistis tersebut, bahkan menjadi mitos bagi masyarakat setempat. Mitos adalah suatu peristiwa yang berkaitan dengan asal-usul kejadian di masa lalu, namun belum dapat dipertanggungjawabkan tentang kebenarannya.

Beirkut beberapa kisah mistis yang ada di daerah Karanganyar.

JEMBATAN PEMISAH

Jembatan ini bernama Kretek Pegat (Jembatan Pemisah), tempatnya berada di kawasan air terjun sewu (seribu) yang berlokasi di Jawa Tengah. Menurut masyarakat setempat, ada sosok penunggu di jembatan tersebut yang berwujud seorang kakek-kakek. Biasanya kakek itu akan terlihat menjelang petang, atau saat kawasannya ditutupi oleh kabut.

Mitosnya jika ada sepasang kekasih atau pasangan suami istri yang datang dan melewati jembatan itu, maka hubungannya tidak akan berlangsung lama atau bercerai.

KAMAR YANG TIDAK BOLEH DI HUNI

Cerita mistis di Karanganyar selanjutnya, ada di rumah dinas Kawedanan Karangpandan Karanganyar. Rumah dinas ini dulunya ditempati oleh pembantu bupati (Wedana).

Rumah dinas ini mempunyai enam ruang, yaitu satu ruang kerja wedana, tiga kamar tidur, satu ruang untuk perkakas, dan satu kamar kosong yang dibiarkan tidak pernah digunakan.

Mitosnya, jika ada seseorang yang berani tidur dikamar itu maka secara tidak sadar ia akan berpindah ke tempat yang lain.

PENUNGGU POHON BERINGIN

Sebuah cerita mistis di Karanganyar berlokasi di jalan utama Karanganyar, tepatnya berada di tikungan Ndukun. Ada sebuah pohon beringin besar yang diselimuti dengan kain bali.

Konon, orang yang akan melintasi jalan dan melewati pohon tersebut harus memberikan tanda seperti memberi salam, membunyikan klakson kendaraan, atau mengedipkan lampu sebagai tanda meminta izin lewat kepada penunggu di pohon itu. Masyarakat setempat percaya, bahwa penunggu pohon beringin mempunyai pengaruh roh yang kuat.

Mitosnya jika pengguna atau pengendara jalan tidak memberikan tanda ke pohon itu, maka akan terjadi kecelakaan atau sesuatu hal yang tidak baik seperti tidak sampai ke tempat yang akan dituju. Mulai dari kendaraan yang mogok dijalan, pecah ban, hingga kendaraan masuk ke dalam jurang.

SUARA KERAMAIAN DI GUNUNG LAWU

Banyaknya cerita mistis di Karanganyar salah satunya terjadi di Candi Cetho, yang terletak di kaki bukit gunung Lawu (Jawa Tengah). Untuk mendaki gunung Lawu, harus melalui kawasan Candi Cetho.

Menurut cerita, dari beberapa para pendaki gunung sering mendengar suara keramaian di kawasan tersebut. Misalnya suara orang tawar menawar atau jual beli di pasar, padahal jalur tersebut hanya dilewati oleh para pendaki gunung.

TES KEPERAWANAN DI CANDI SUKUH

Candi Sukuh adalah candi peninggalan agama hindu yang dibangun abad ke 15, karena bangunan candi yang menyerupai alat kelamin pria dan wanita. Oleh karena itu, candi ini seringkali dikatakan candi vulgar.

Agama Hindu percaya, bahwa simbol seksual melambangkan kesuburan, uniknya candi ini mempunyai uji tes keperawanan untuk wanita.

Setiap wanita yang datang ke candi harus memakai kain yang telah disediakan dan memakainya seperti rok, lalu setelah itu para wanita disuruh untuk menaiki tangga yang ada di candi utama. Karena tangga yang akan di lewati sangat sempit, jadi hanya cukup untuk satu orang.

Konon, jika kain yang dipakai itu robek artinya wanita itu sudah tidak perawan. Sebaliknya, jika kainnya tidak robek artinya wanita itu masih perawan.


Help US With Share