Bill Ramsey Si Manusia Serigala

Help US With Share

Lahir dan tumbuh di kota Essex, Inggris, William “Bill” Ramsey terlihat seperti anak-anak pada umumnya. Namun, segalanya berubah saat ia menginjak usia 9 tahun. Hari Sabtu siang di tahun 1952, ia mendadak merasakan keanehan pada dirinya.

Saat sedang berada di luar halaman rumahnya, ia merasakan sesuatu yang dingin dan berbau menyengat menghinggapi dirinya. Bill yang panik pun lantas berteriak-teriak memanggil ibunya. Tanpa ia sadari, Bill memegangi tiang pagar dan mencabutnya. Normalnya, orang dewasa pun akan kewalahan saat harus mencabut tiang pagar tersebut.

Keanehan yang terjadi masih belum berhenti sampai di sana. Seusai mencabut tiang pagar, Bill langsung menggigiti tiang tersebut. Ibu Bill yang awalnya berlari keluar, spontan langsung masuk kembali ke dalam rumah karena merasa takut. Setelah Bill menjadi lebih tenang, baru kedua orang tuanya berani mendatangi anaknya.

Pasca insiden aneh tersebut, tidak ada lagi kejadian aneh yang menimpa Bill hingga 14 tahun berikutnya. Ia sudah tumbuh dewasa, menikah, dan memiliki tiga orang anak. Namun selama dua tahun pertama pernikahannya, Bill sering mendapat mimpi buruk. Lebih anehnya lagi, mimpi buruk tersebut selalu merupakan mimpi yang sama.

Dalam mimpinya, Bill melihat sosok istrinya sedang berada tidak jauh di depannya. Namun saat Bill mendekati istrinya, istrinya berlari menjauh sambil menunjukkan ekspresi ketakutan luar biasa. Setiap kali mimpi tersebut muncul, Bill akan selalu terbangun dengan keringat dingin bercucuran dan perasaan cemas. Anehnya, Bill mengaku tidak pernah dihantui mimpi buruk itu lagi sejak tahun 1967.

Namun kejadian aneh ternyata masih belum enggan meninggalkan Bill. Kurang lebih 1,5 tahun kemudian, Bill terbangun karena mendengar geraman hewan liar dari dalam kamarnya. Belakangan Bill sadar kalau suara tersebut bukan disebabkan oleh hewan, tapi oleh dirinya sendiri.

Tahun 1983, Bill beserta teman-temannya tengah berkumpul di sebuah kedai. Sesudah minum beberapa gelas, Bill mulai merasakan sensasi dingin seperti yang pernah menghinggapinya di masa kecil. Bill lantas meminta izin kepada teman-temannya untuk pergi ke kamar kecil, dengan harapan sensasi aneh tersebut akan segera menghilang.

Bill kemudian melihat dirinya sendiri ke cermin. Namun betapa terkejutnya ia, saat melihat bayangan yang muncul pada cermin bukanlah sosok dirinya melainkan serigala. Saat Bill dan teman-temannya pulang dengan menaiki mobil, ia mulai menggeram bahkan mencoba menggigit temannya sendiri. Setelah mobil berhenti dan Bill dipaksa keluar, Bill mulai dapat mengendalikan dirinya lagi.

Menjelang Natal di tahun 1983, Bill merasakan sakit di bagian dadanya. Dokter yang memeriksa Bill hanya menyarankan agar dirinya sering memeriksakan diri ke rumah sakit. Pada bulan Januari 1984 setelah berkunjung ke rumah ibunya, Bill kembali merasakan sakit dan menuju rumah sakit.

Setibanya di sana, dokter yang bertugas memeriksa Bill sedang tidak ada di tempatnya. Bill pun menunggu di Ruang UGD dengan ditemani seorang perawat. Saat itulah peristiwa aneh kembali menimpa Bill, dia marah tidak terkendali di dalam ruangan sehingga pihak rumah sakit terpaksa menghubungi polisi.

Sebanyak 4 orang petugas polisi kemudian mengerubungi Bill dan berhasil melumpuhkannya dengan susah payah. Salah seorang dari mereka menderita luka yang cukup parah, sehingga polisi tersebut terpaksa menginap di rumah sakit untuk menjalani perawatan.

Saat Bill sudah digelandang ke kantor polisi, Bill awalnya hendak dipindahkan ke rumah sakit jiwa. Karena Bill menolak dan kondisinya saat itu tidak menunjukkan adanya tanda-tanda gangguan kejiwaan, Bill kemudian dibebaskan. Namun tiga tahun berselang, Bill harus kembali berurusan dengan polisi akibat insiden serupa.

Saat itu Bill sedang mengantar seorang remaja perempuan yang berprofesi sebagai pekerja seks komersial ke stasiun kereta. Saat Bill baru saja memarkir mobilnya, gadis tersebut mendadak langsung melarikan diri. Mendadak Bill langsung merasakan sensasi serupa dengan yang pernah ia alami tiga tahun sebelumnya.

Saat itulah seorang polisi yang kebetulan tengah berpatroli mendekati mobil Bill. Tanpa curiga, polisi tersebut menanyai Bill sambil menyentuh pelan lengannya. Namun respon yang ditunjukkan oleh Bill sama sekali tidak ia duga, Bill tiba-tiba menyerang polisi tadi dan mencekiknya di atas tanah.

Belasan polisi tambahan langsung didatangkan ke lokasi untuk melumpuhkan Bill, namun kali ini Bill memberikan perlawanan yang jauh lebih hebat. Ia baru berhasil dilumpuhkan setelah polisi memberikan suntikan obat penenang sebanyak dua kali.

Selama 10 hari berikutnya, Bill menjalani serangkaian pemeriksaan MRI, sinar X, hingga tes kejiwaan. Namun, semuanya gagal memberikan penjelasan mengenai apa penyebab keanehan yang menimpa Bill. Logikanya, tidak mungkin seseorang yang awalnya terlihat kalem mendadak bisa bertingkah menjadi seperti hewan buas, lalu kemudian kembali menjadi tenang hanya dalam rentang waktu beberapa menit.

Saat ilmu pengetahuan gagal memberikan jawaban atas masalah yang menimpanya, Bill pun lantas melirik ranah supranatural. Kebetulan fenomena yang tengah menimpa Bill sudah menjadi pusat perhatian media Inggris dan turut disiarkan keluar negeri. Saat pasangan paranormal asal AS yang bernama Ed dan Lorraine Warren melihat berita yang membahas soal Bill, mereka pun terbang ke Inggris dengan harapan bisa membantu menyembuhkan Bill.

Menurut perkiraan awal Lorraine, Bill bertingkah seperti itu karena ia kerasukan manusia serigala. Setelah meminta izin kepada kantor polisi Southend, mereka kemudian menemui Bill secara langsung untuk memperkenalkan diri mereka. Pasangan Warren membujuk Bill untuk datang ke gereja di Connecticut, AS, untuk menjalani ritual pengusiran setan. Merasa tidak ada pilihan lain, Bill menerima ajakan mereka.

Tahun 1989, Bill dan istrinya terbang ke AS dengan disponsori oleh surat kabar The People. Keputusan Bill membawa istrinya tersebut nyaris saja berujung naas, karena ia sempat mencekik istrinya sendiri tepat di malam sebelum ritual pengusiran setan dilakukan.

Hari yang dinanti-nantikan tersebut akhirnya tiba. Di dalam ruangan gereja, pemuka agama setempat membacakan doa-doa dalam bahasa Latin. Selama setengah jam, pada awalnya tidak ada sesuatu yang terjadi. Namun sesudah itu, sikap Bill mendadak berubah total. Ia membuka mulutnya lebar-lebar sambil melengkungkan jarinya seperti manusia serigala yang akan memakan mangsanya.

Uskup Robert McKenna yang memimpin ritual ini, kemudian meminta supaya iblis yang merasuki tubuh Bill segera pergi. Iblis tersebut awalnya menolak, bahkan sempat mencoba menerkam Robert. Namun pada akhirnya, iblis tersebut benar-benar pergi dan Bill kembali menjadi normal.

Sebelum ritual dilakukan, Bill semakin sering bertingkah tidak terkendali. Namun sesudah dilakukannya ritual, ia diketahui tidak pernah lagi menunjukkan perilaku demikian. Ia terakhir kali muncul di hadapan publik pada tahun 1992 untuk memberitahukan kondisi terkininya. Setelah harus bergulat dengan makhluk misterius di dalam dirinya sendiri, Bill akhirnya dapat melanjutkan hidupnya dengan tenang.


Help US With Share