Pesan Tersembunyi Dalam Lukisan Jaman Renaisans Part-1

Help US With Share

Renaissance atau Renaisans adalah masa peralihan dari Abad Pertengahan menuju ke zaman modern. Dalam sejarah Eropa, masa Renaissance berlangsung sejak abad ke-14 hingga abad ke-17, yang ditandai dengan kemunculan para pemikir, penulis, negarawan, ilmuwan, dan seniman.

Leonardo da Vinci adalah seorang seniman, pelukis, pemahat, ahli angka, dan filsuf yang memberi pengaruh besar pada masa Renaissance. Leonardo da Vinci dianggap sebagai pencipta paradigma berpikir dan pola pandang baru mengenai seni dan ilmu sains di Eropa, khususnya Eropa Barat. Selain itu, ia juga dianggap sebagai seorang yang jenius karena memiliki hasil karya yang dianggap banyak menyimpan kode-kode rahasia. Bahkan, beberapa pihak percaya bahwa Leonardo da Vinci telah menyelipkan sebuah pesan khusus untuk masa depan di dalam karya-karyanya.

Dibalik lukisan yang dibuat, ada pesan tersembunyi yang tidak banyak orang tahu. Padahal beberapa dari pesan tersebut sebenarnya mungkin dibuat untuk misalnya menumbangkan otoritas pada zamannya, menantang audiens menemukan sesuatu, atau mengungkapkan sesuatu tentang diri pelukis sendiri.

Berikut beberapa pesan tersembunyi dalam lukisan jaman renaisans.

Gimel di Kapel

Menurut beberapa penafsiran, figur David dan Goliath di langit-langit Kapel Sistina membentuk bentuk huruf gimel, yang melambangkan g’vurah, atau kekuatan, dalam tradisi mistik Kabbalah. Langit-langit Kapel Sistina diyakini sebagai pesan berkode tentang apa yang menurut Paus merupakan takdirnya yang ditetapkan dalam Alkitab, dan Michelangelo dipilih untuk mengkodekannya. Langit-langit tersebut juga diyakini sebagai “jembatan” antara Gereja Katolik Roma dan agama Yahudi, dengan simbol-simbol Yahudi dan huruf-huruf Ibrani yang tersembunyi dalam karya seni tersebut.

Para penulis The Sistine Secrets: Unlocking the Codes in Michelangelo’s Defiant Masterpiece menemukan beberapa bentuk di langit-langit yang sesuai dengan huruf Ibrani. Kapel Sistina sendiri dibangun dengan proporsi yang sama dengan Bait Suci di Yerusalem, yang merupakan pesan tersembunyi lainnya. Namun, interpretasi ini tidak diterima secara universal, dan makna gimel di Kapel Sistina tergantung pada interpretasi.

Lukisan Mona Lisa

Beberapa ahli mengklaim bahwa ada kode tersembunyi di mata Mona Lisa . Konon, ada huruf-huruf dan angka-angka kecil yang tersembunyi di pupilnya yang hanya bisa dilihat dengan kaca pembesar. Huruf “L” dan “V” terlihat di mata kiri, sedangkan huruf “C” dan “E” (atau huruf “B”) terlihat di mata kanan.

Yang lain mengatakan lukisan itu mengandung angka tersembunyi “2,” yang terungkap dengan menambahkan huruf “LVCE.” Ada pula yang percaya huruf dan angka ini dapat mengungkapkan identitas model atau pesan rahasia.

Lukisan Salvator Mundi

Bola kristal dalam lukisan Salvator Mundi karya Leonardo da Vinci telah menjadi perbincangan di dunia seni selama berabad-abad. Da Vince melukis Kristus yang sedang memegang bola kristal di tangan kirinya, yang melambangkan bumi. Bola kristal merupakan elemen kunci dari setiap komposisi yang menampilkan “Salvator Mundi,” yang dalam bahasa Latin berarti “Juru Selamat Dunia.”

Sejarawan seni, Walter Isaacson, berpendapat bahwa Leonardo sengaja menggambarkan bola itu secara tidak akurat, meskipun ia juga menduga bola itu berongga. Martin Kemp mengaitkan anomali itu dengan rongga kecil yang ditemukan pada beberapa jenis kristal batu dan kalsit.

Sekelompok ilmuwan komputer di University of California, Irvine, juga mengklaim bahwa bola kaca itu berongga. Mereka menggunakan perangkat lunak pencitraan untuk menghasilkan salinan digital tiga dimensi dari Salvator Mundi dan mempelajari bagaimana cahaya akan melewati berbagai jenis bola. Mereka memperkirakan bahwa kaca bola dalam lukisan itu sangat tipis. Jika bola itu berongga dan bukan padat, lukisan itu akan tampak seperti aslinya. Namun, tampilan bola itu mungkin masih menjadi pilihan artistik.

Madonna on the Rocks

Latar gua dalam lukisan Madonna on the Rocks karya Leonardo da Vinci menggambarkan kontras antara dunia fisik dan dunia spiritual. Lukisan tersebut menampilkan Perawan Maria bersama bayi Yesus dan Yohanes Pembaptis di lanskap berbatu, yang melambangkan betapa sementara dan kerasnya dunia fisik. Di sisi lain, figur-figur tersebut digambarkan dengan cara yang tenang dan tidak seperti dunia nyata, yang menunjukkan hubungan mereka dengan dunia spiritual.

Gua tersebut juga melambangkan gagasan tentang pengetahuan dan rahasia yang tersembunyi. Lukisan tersebut dikenal karena penggunaan chiaroscuro, yang menciptakan kesan misteri dan kedalaman dalam latar gua. Sosok-sosok tersebut menunjukkan bahwa mereka menjaga rahasia atau pengetahuan yang tersembunyi. Bentang alam berbatu dan latar gua tersebut juga melambangkan gagasan tentang alam liar dan gurun. Ini adalah tema umum dalam seni Kristen, yang memperlihatkan alam liar sebagai tempat pengujian dan pemurnian spiritual.

Maria dalam The Last Supper

Ada beberapa teori konspirasi tentang sosok Maria dalam lukisan The Last Supper karya Leonardo da Vinci. Salah satu yang paling populer adalah bahwa sosok yang duduk di sebelah kanan Yesus bukanlah murid Yohanes, seperti yang diyakini secara umum, melainkan Maria Magdalena. Teori ini dipopulerkan oleh novel karya Dan Brown, The Da Vinci Code , dan telah banyak diperdebatkan oleh para sejarawan dan cendekiawan seni.

Teori ini menyatakan bahwa Maria Magdalena bukan hanya murid Yesus, tetapi juga istrinya, dan bahwa lukisan tersebut merupakan pesan tersirat tentang hubungan mereka. Sosok dalam lukisan tersebut memiliki ciri-ciri feminin seperti rambut panjang dan tangan yang halus. Sebagian orang percaya bahwa ini merupakan pilihan yang disengaja oleh Leonardo untuk menggambarkan aspek feminin dari yang ilahi dan untuk menantang pandangan patriarki tradisional tentang agama Kristen. Akan tetapi, sebagian besar ahli menolak teori ini, dengan alasan bahwa sosok tersebut hanyalah penggambaran Yohanes.


Help US With Share