Tempat Angker Di Pekalongan

Cerita terkait tempat-tempat angker dan penuh misteri memang dapat membuat orang penasaran. Terlebih lagi jika cerita tersebut dikaitkan dengan sebuah tempat yang memiliki hubungan erat dengan masyarakat di suatu wilayah, seperti di Pekalongan, Jawa Tengah (Jateng).
Cerita misteri memang tidak bisa dilepaskan dari kehidupan masyarakat di Indonesia, tidak terkecuali di Jawa Tengah (Jateng). Banyak tempat di Jateng yang dipercaya angker dan menyimpan sederet misteri.
Tempat-tempat yang dipercaya angker ini pun tersebar di berbagai daerah, termasuk di wilayah pantura seperti Pekalongan. Berikut beberapa tempat di Pekalongan yang konon angker.
BRUG PLENGKUNG
Brug dalam bahasa Belanda yang artinya jembatan ini, berada di atas Sungai Sengkarang. Brug Plengkung dibangun sebagai sarana untuk irigasi pada zaman pemerintah kolonial Hindia Belanda. Saluran irigasi ini mengaliri sawah-sawah di Kecamatan Tirto dari Bendungan Pesantren Kletak, Wonopringgo, dan bermuara ke utara.
Brug Plengkung berdiri berkat seorang tokoh yang bernama Den Bagus Songeb. Ia adalah seorang alim ulama yang merupakan leluhur Desa Karangdowo. Menurut cerita yang berkembang di masyarakat sekitar, jembatan ini dibangun hanya dalam waktu semalam.
Pada awalnya yang mendesak agar jembatan itu dibangun adalah Belanda. Den Bagus Songeb tidak ingin warga sengsara karena perintah tersebut. Saat itu, Songeb meminta seluruh warga desa untuk tidur, dan warga mematuhi perintah itu.
Ajaib, setelah warga tertidur semalam, esok paginya warga sudah melihat ada sebuah jembatan sudah berdiri. Menurut keyakinan masyarakat sekitar, saat itu para warga sebenarnya tanpa mereka sadari memang telah mengerjakan pembangunan jembatan. Sebab, badan mereka merasa kelelahan saat bangun tidur.
Bukan mereka secara langsung yang bekerja, melainkan hanya jiwanya. Mereka hanya merasa tertidur semalam, padahal kenyataannya mereka tertidur sangat lama hingga jembatan jadi dan berdiri tegak.
Kisah mistis yang beredar lainnya, jembatan tersebut juga dijaga oleh jin yang diundang dari Baghdad, Irak oleh Den Bagus Songeb. Jin itu bernama Mbah Kartubi. Maksud dari penjagaan tersebut adalah agar terhindar dari perilaku orang-orang yang tidak bertanggung jawab karena jembatan ini akan bermanfaat bagi anak cucu mendatang, yakni untuk mengairi sawah-sawah warga.
Saat lingkungan sekitar irigasi kotor dan terdapat banyak sampah, pernah ada sosok yang memperingatkan agar menjaga kebersihan. Setelah ditelaah memang seharusnya kebersihan di area dekat Brug Plengkung itu harus diperhatikan agar tidak mengganggu sistem irigasi.
GEDUNG BAKROWIL
Gedung Bakrowil ini terletak di kawasan Jetayu. Menurut salah satu sejarawan Kota Pekalongan, mengatakan bahwa rumah jabatan yang dipakai residen mulai dibangun pada tahun 1850 dan dipakai tahun 1852. Pada tahun itu terdapat 3 proyek pembangunan di kawasan tersebut, di antaranya pembangunan pelabuhan Pekalongan, Jembatan Loji, dan Gereja Protestan. Pihaknya juga menerangkan, gedung tersebut pernah dijadikan tempat perundingan warga Pekalongan melawan tentara Jepang.
Banyak cerita mistis yang muncul dari masyarakat tentang gedung tersebut. Pada tahun 1970-an, ada seorang anak kecil pernah bermain di gedung Bakrowil. Ia diajak kakaknya bermain di gedung Bakrowil untuk menonton TV di malam hari. Saat mereka sedang menonton TV, tiba-tiba ia dilempar sesuatu seperti batu bata. Karena hal itu, akhirnya mereka memutuskan untuk pulang. Hingga sekarang gedung tersebut masih angker, dan banyak penghuni yang tidak kelihatan. Konon, ada salah satu kamar di Bakrowil yang tidak boleh digunakan hingga sekarang.
GEDUNG PT PERTANI
Gedung ini berada di sebelah Utara GOR Jetayu Pekalongan, bangunan ini konon merupakan peninggalan pemerintah kolonial Belanda yang menyimpan cerita mistis. Menurut sejarahnya, gedung ini awalnya digunakan sebagai bank pada masa pemerintahan kolonial Belanda tahun 1920. Kemudian sekitar tahun 1980 an, gedung itu baru digunakan sebagai kantor cabang PT Pertani (Persero) yang merupakan BUMN.
Selama bertahun-tahun, bangunan ini telah menjadi sumber aktivitas paranormal. Banyak orang telah melaporkan mendengar suara-suara aneh yang datang dari gedung pada larut malam, sementara yang lain telah melihat sosok hantu melewati jendela. Beberapa orang bahkan mengklaim telah melihat hantu wanita berbaju putih melayang-layang di sekitar gedung.
GOR JETAYU
Bangunan-bangunan di Kawasan Jetayu memang terkenal sebagai saksi bisu sejarah Pekalongan. Di sana terdapat banyak gedung peninggalan Pemerintah Kolonial Belanda. Konon, di beberapa sudut kawasan tersebut sering terlihat sosok penampakan hantu berpakaian khas Belanda.
Sebenarnya daerah kawasan Jetayu banyak bangunan peninggalan Belanda yang diselimuti cerita mistis di gedung-gedung tersebut. Banyak yang sering melihat penampakan perempuan berpakaian Belanda di sisi utara gor. Tidak hanya penampakan perempuan Belanda, diketahui di sana juga banyak yang mendengar suara-suara yang tak diketahui dari mana asalnya, seperti suara hentakan kaki serdadu, tangisan, dan riuh anak kecil bermain-main.
