Mitos Pantai Slamaran

Help US With Share

Pantai Slamaran Indah merupakan salah satu tujuan wisata pantai yang sangat diminati oleh para pengunjung di Kota Pekalongan, Jawa Tengah, karena pesonanya yang menawan.
Namun, di balik kecantikan Pantai Slamaran, tersimpan beragam kisah misteri yang melibatkan sosok makhluk gaib. Konon, sosok tersebut adalah Dewi Lanjar, yang dipercayai sebagai penguasa pantai utara Jawa.
Bagi masyarakat di Pekalongan dan sekitarnya, nama Dewi Lanjar sudah cukup dikenal. Dipercaya, bahwa Dewi Lanjar adalah putri yang sebelumnya dikenal sebagai Dewi Rara Kuning.
Akibat kepergian suaminya yang telah meninggal dunia, Dewi Rara Kuning memutuskan untuk melakukan pertapaan. Akhirnya, ia menjadi salah satu pengikut Nyi Roro Kidul, yang juga dikenal sebagai Ratu Laut Selatan. Nyi Roro Kidul memberinya perintah untuk menjadi penunggu atau penguasa pantai utara.
Menurut cerita yang beredar, keraton Dewi Lanjar terletak di sebelah Sungai Slamaran atau Pantai Slamaran Indah di Pekalongan.
Mitos ini adalah awal dari kepercayaan, bahwa Pantai Slamaran Indah memiliki nilai sakral. Selain itu, ada empat mitos terkenal lainnya yang terkait dengan Pantai Slamaran. Berikut mitos Pantai Slamaran, yang konon ada sangkut pautnya dengan Dewi Lanjar sang penguasa laut utara.
Konon, bagi mereka yang memiliki kemampuan untuk melihat hal-hal yang bersifat supranatural, mereka dapat dengan mudah melihat kerajaan gaib yang sangat indah di Pantai Slamaran.
Konon, kerajaan gaib wilayah pantai utara terletak di Pantai Slamaran ini. Menurut cerita orang-orang yang mengaku memiliki kemampuan gaib, kerajaan ini terlihat sangat mewah dan megah. Temboknya tebal dan tinggi, serta banyak dihiasi kain pernik dan permadani.
Di dalam istana terdapat jembatan yang menghubungkan bangunan utama dengan bangunan yang ada di sebelahnya. Yang membuatnya makin seram, jembatan tersebut terbuat dari beberapa manusia. Konon, manusia-manusia itu adalah orang-orang yang dulunya memuja dan meminta pesugihan pada Dewi Lanjar. Istana yang indah tersebut dipercayai sebagai kerajaan milik Dewi Lanjar.
Dari cerita yang tersebar, jika seseorang melakukan meditasi hingga bertemu dengan sosok Dewi Lanjar, maka keinginannya dapat segera terwujud. Namun, untuk memperoleh kekayaan dengan cara seperti itu, diperlukan beberapa syarat yang harus dipenuhi.
Dalam pesugihan Dewi Lanjar syarat-syarat yang ditetapkan sangat sulit, bahkan terkadang melibatkan pengorbanan nyawa sendiri atau anggota keluarga. Walau demikian, pelaku pesugihan akan menerima dengan sukacita kekayaan yang berlimpah dari Dewi Lanjar.
Saat sudah habis masa kontraknya, maka rumah si pelaku pesugihan akan didatangi oleh dua pengawal dewi Lanjar dengan berkendara kereta kuda disertai lolongan anjing liar. Serta ada burung gagak yang berputar-putar di atas rumah pelaku pesugihan, dan bila hal itu terjadi maka dapat dipastikan di rumah tersebut akan ada salah satu orang yang meninggal. Orang yang meninggal inilah yang nantinya akan dibawa ke istana gaib, lalu dijadikan budak kerajaan Dewi Lanjar.
Menurut kepercayaan masyarakat setempat, jika ada seorang anak yang hilang saat bermain di Pantai Slamaran, maka Dewi Lanjar dianggap terlibat dalam kejadian tersebut. Anak-anak yang hilang bisa dianggap sebagai korban yang dibawa oleh Dewi Lanjar, entah untuk diasuh atau digunakan sebagai tumbal dalam pesugihan.
Hingga saat ini, orang-orang yang mencari kekayaan melalui pesugihan sering kali mengunjungi Pantai Slamaran, namun hanya penduduk dari luar Pekalongan yang diizinkan untuk melakukan pesugihan di tempat ini.
Menurut kepercayaan masyarakat setempat, penduduk Pekalongan tidak diperbolehkan meminta pesugihan, karena mereka dianggap masih memiliki hubungan kekerabatan dengan Dewi Lanjar.


Help US With Share