Makhluk Mitologi Yunani Dengan Wujud Menyeramkan

Jika mengikuti kisah para pahlawan dalam mitologi Yunani, ada kemungkinan besar setiap pahlawan melawan monster berbahaya dalam ceritanya. Tanpa monster berbahaya dari mitologi Yunani ini, para dewa atau pahlawan lainnya mungkin tidak akan pernah menjadi pahlawan. Saat para pahlawan mendapatkan pengakuan, mereka mungkin tidak akan dikenal jika bukan karena lawannya yang mengerikan. Berikut makhluk mitologi Yunani dengan wujud yang mengerikan.
CERBERUS
Di dunia bawah bersama Hades, ada anjing berkepala tiga namanya Cerberus. Cerberus tidak hanya menemani Hades, dia juga memiliki tugas penting untuk menjaga pintu masuk ke dunia bawah dan memastikan tidak ada jiwa yang tersisa dan tidak ada yang masuk untuk mencuri jiwa.
Salah satu dari 12 Tugas Hercules, Hercules harus mencuri anjing Cerberus dari dunia bawah. Ada dua versi Hercules yang mencuri Cerberus dari dunia bawah. Satu versi mengatakan bahwa Hercules bertanya kepada Hades apakah dia bisa membawa Cerberus dan Hades menjawab ya, dengan syarat dia harus memerintahkan Cerberus untuk ikut dengannya tanpa menggunakan senjata besinya. Dalam versi ini, Hercules menggunakan kulit singa sebagai tameng dan mengganti panah besi dengan batu.
Hades tidak mengizinkan Hercules menggunakan senjata alternatif ini untuk mengambil Cerberus, jadi Hercules menembak Hades dengan panah batunya. Hercules kemudian mengambil tongkat kayunya dan menggunakannya melawan Cerberus.
Versi lain dari Hercules yang mencuri Cerberus termasuk Persephone, istri Hades dan ratu dunia bawah, membantu Hercules dalam pekerjaan ini. Mitos tersebut menggambarkan Persephone menyambut Hercules ke dunia bawah, dan menyerahkan Cerberus ke Hercules dengan rantai.
GORGON MEDUSA
Dalam ceritanya, Perseus adalah pahlawan Yunani yang memenggal kepala Gorgon Medusa. Medusa adalah salah satu dari tiga saudara perempuan, dan dia sebenarnya terlahir dengan kecantikan yang luar biasa. Dia sangat cantik sehingga Poseidon terpikat oleh kecantikannya, lalu Poseidon menghamilinya di dalam kuil Athena. Untuk menghukumnya, Athena mengubah Medusa menjadi monster mengerikan dengan rambut ular dan mengutuk siapa pun yang menatap mata Medusa akan berubah menjadi batu. Karena kemampuan Medusa untuk mengubah siapa pun menjadi batu yang menatap matanya, Perseus harus sangat berhati-hati saat mencoba memenggal kepalanya. Dewi Yunani Athena telah memberi Perseus perisai yang dipoles yang dia gunakan sebagai cermin untuk menyelinap ke Medusa dan memenggalnya.
POLYPHEMUS, CYCLOPS RAKSASA
Salah satu pahlawan terbesar dalam mitologi Yunani adalah Odysseus. Odysseus adalah Raja Ithaca dan memimpin tentara Yunani ke dalam kemenangan pertempuran di Troy selama Perang Troya. Begitu Odysseus dan anak buahnya memulai perjalanan pulang, mereka tersapu ke berbagai pulau dan bertemu banyak monster. Salah satu monster paling berbahaya yang ditemui Odysseus dan anak buahnya adalah Polyphemus, Cyclops raksasa.
Polyphemus tinggal di sebuah gua di pulau Cyclops. Saatp kapal mereka mendarat di pulau itu, Odysseus dan anak buahnya turun dan berkelana ke seluruh pulau. Mereka tiba di sebuah gua dan berlindung, menikmati makanan dan minuman sebelum tertidur. Saat Polyphemus kembali ke guanya, dia menemukan Odysseus dan anak buahnya telah membuat diri mereka betah.
Polyphemus marah dan memukul kepala dua anak buah Odysseus sebelum memakannya. Odysseus dan orang-orangnya tidak dapat mengalahkan para cyclops raksasa, bahkan jika mereka bersatu karena Polyphemus terlalu besar dan terlalu kuat.
Odysseus harus mengakali cyclops raksasa jika dia ingin bertahan hidup. Oleh karena itu, ketika Polyphemus keluar dari gua pada hari itu, Odysseus dan orang-orangnya mengambil sebatang kayu besar dari pohon dan menajamkan salah satu ujungnya menjadi tombak tajam.
Kemudian, ketika Polyphemus kembali malam itu, Odysseus dan orang-orangnya menawarinya anggur. Polyphemus tidak pernah minum anggur sebelumnya jadi dia mabuk dan cepat tertidur. Saat Polyphemus tidur, Odysseus dan anak buahnya mengambil senjata mereka yang baru diraut dan memanaskan tombak tajam di atas api. Begitu panas, Odysseus dan anak buahnya menusuk mata cyclops dan membutakannya. Odysseus dan orang-orangnya berhasil melarikan diri di bawah perut kawanan domba yang dilepaskan Polyphemus dari guanya setiap pagi
