Dewi Cinta Yang Dipercaya Oleh Masyarakat Kuno Di Dunia
Banyak di antara masyarakat zaman kuno yang memercayai dewa dan dewi sebagai sosok yang mengatur kehidupan, biasanya mereka memiliki pembagian peran tertentu. Misalnya dalam mitologi Yunani, terdapat dewa perang, dewi panen, dewa langit, dan lain sebagainya.
Salah satu sosok yang tidak pernah terlewat adalah dewi cinta. Sering kali, mereka merangkap peran sebagai dewi kecantikan, kehamilan, dan kesuburan yang juga berkaitan dengan kasih sayang.
Berikut beberapa dewi cinta yang dipercaya masyarakat peradaban kuno dunia.
APHRODITE
Salah satu dewi cinta paling populer di dunia tidak lain adalah Aphrodite. Sosoknya dikenal memiliki paras yang menawan sehingga membuat banyak dewa, makhluk mitologi, dan manusia yang jatuh hati kepadanya.
Sebagai dewi cinta, Aphrodite dikenal menjalin banyak hubungan di luar pernikahannya dengan Hephaestus. Ares, sang dewa perang adalah sosok pasangan sang dewi yang paling terkenal. Dari hubungan gelap tersebut, lahirlah Eros atau Cupid, dewa yang mewarisi peran sang ibu untuk menyebarkan cinta.
Selain menangani masalah percintaan, Aphrodite juga memiliki banyak peran lain. Ia juga dikenal sebagai dewi kesuburan, kecantikan, nafsu, dan kepuasan seksual.
ASTARTE
Astarte adalah dewi cinta yang dipercaya oleh masyarakat Mediterania Timur. Bukan hanya itu, ia juga memegang peran sebagai dewi kehamilan, kesuburan, seksualitas, serta perang.
Dilansir Learn Religions, jika disandingkan dengan dewa-dewi Yunani, Astarte seperti perpaduan antara Aphrodite dan Artemis, dewi perburuan. Ia digambarkan sebagai sosok yang dominan dan tidak memiliki rasa takut, itu menjadi salah satu alasan Astarte sering digambarkan memakai tanduk banteng di kepalanya.
CLIODHNA
Berasal dari Irlandia, Cliodhna merupakan dewi cinta dan kecantikan yang sangat dihormati. Ia memiliki julukan Queen of Banshees, atau ratu dari makhluk yang berwujud seperti peri. Dalam mitologi setempat, Cliodhna digambarkan sebagai perempuan tercantik di dunia.
Walau sering diasosiasikan sebagai kebahagiaan dan surga, Cliodhna juga memiliki sisi buruk. Cliodhna sering menenggelamkan kapal manusia, kparena menganggap nyawa makhluk mortal tidak penting.
Nasib Cliodhna sebenarnya berakhir buruk, ia jatuh cinta kepada seorang manusia bernama Ciabahn. Saat dewa-dewi lain mengetahui hal ini, mereka membuat Cliodhna tertidur dan menenggelamkannya di lautan.
FREYJA
Freyja merupakan dewi bangsa Nordik yang dipercaya menangani cinta, sihir, kecantikan, dan kesuburan. Sosoknya yang menawan sangat dipuja oleh manusia, para raksasa, kurcaci, dan makhluk mitologi lainnya.
Freyja juga memiliki sisi buruk. Ia digambarkan sebagai sosok yang tamak, pencemburu, dan suka mengajarkan sihir kepada manusia. Padahal ilmu tersebut dianggap terlarang oleh bangsa Nordik. Walau begitu, sang dewi memiliki kekuatan yang besar. Ia mampu mengontrol keinginan, kesehatan, dan keberuntungan orang lain.
HATHOR
Sebagai salah satu pelopor peradaban kuno, Mesir juga memiliki kepercayaan terhadap dewa dan dewi. Salah satu sosok yang sering dipuja adalah Hathor, sang dewi cinta, perempuan, kesuburan, kecantikan, dan musik. Ia juga dikenal sebagai perwujudan dari langit.
Hathor merupakan sosok yang begitu populer dan tangguh. Sesuai dengan perannya, ia selalu melindungi kaum perempuan. Itulah kenapa pengikut sang dewi begitu banyak, ia juga memiliki kuil-kuil pemujaan yang tersebar di Mesir.
Dilansir Egyptian Museum, Hathor selalu membawa cakram matahari yang disanggah dengan tanduk di kepalanya. Dalam sosok hewan, sang dewi adalah sapi yang erat kaitannya dengan kesuburan.
INANNA
Masyarakat Mesopotamia memiliki kepercayaan terhadap dewa dan dewi. Salah satu sosok yang paling dipuja adalah Inanna, sang dewi cinta yang juga diasosiasikan dengan kesuburan, reproduksi, kepuasan seksual, dan peperangan.
Dalam mitologi, Inanna selalu didampingi oleh singa. Dilansir dari Britannica, hal ini dipercaya merepresentasikan keberanian dan kekuatannya. Inanna tidak hanya dipercaya di Mesopotamia, ia juga menjadi dewi cinta yang dihormati oleh bangsa Sumeria.
XOCHIQUETZAL
Aztec, salah satu peradaban kuno terbesar yang ada di Meksiko Tengah dan Selatan juga memiliki kepercayaan terhadap dewa dan dewi. Salah satunya adalah Xochiquetzal, dewi cinta. Namanya berasal dari kombinasi antara xochitl atau bunga, dan quetzalli atau burung.
Sosoknya digambarkan sebagai perempuan muda yang mengenakan baju adat khas serta bunga-bunga di sekujur tubuhnya. Selain sebagai dewi cinta, Xochiquetzal juga dikenal sebagai dewi penenun, kehamilan, dan kesuburan.
Menurut kepercayaan setempat, benang yang terjalin saat menenun lama kelamaan menjadi bulat. Dalam simbolisme Aztec, hal ini sama dengan perut perempuan yang berangsur-angsur membulat saat hamil.
