Cerita Gunung Salak Bikin Bulu Kuduk Merinding

Cerita Gunung Salak Bikin Bulu Kuduk Merinding

Help US With Share

percayagapercaya.com —  Di Indonesia memiliki gunung yang bernama seperti buah, yakni Gunung Salak yang berada dibawah pengelolaan Perum Perhutanan. Gunung Salak ini juga menjadi tempat hilangnya Prabu Siliwangi pada masa Kerajaan Padjajaran sebagai lokasi turun dan bersemayamnya para batara.

Gunung Salak ini diambil dari bahasa Sansakerta,, yang berarti “Salaka” dengan arti Perak. Gunung ini juga biasa disebut dengan Gunung Perak.

Banyak cerita yang datang dari Gunung Salak ini. Mulai dari Gunung Salak yang menjadi lokasi jatuhnya Pesawat Sukhoi Superjet-100 menewaskan 45 orang pada 2012 silam, dan masih banyak cerita yang datang dari pendaki-pendaki gunung setempat.

Selain itu juga masih banyak kisah-kisah seram yang lain, misalnya para pendaki yang hilang saat sedang mendaki, binatang-binatang gaib yang berukuran besar muncul entah dari mana asalnya dan Misteri Puncak Manik.

Manik juga merupakan salah satu puncak dari empat puncak Gunung Salak yang dipercaya banyak orang menjadi kawasan kerajaan gaib Padjajaran.

Rupanya, hal itu tak ditampik oleh Ledy yang biasa dipanggil Graziella Ledysina, seorang anggota komunitas Katolik. Ledy dan teman-temannya sering menjadikan Gunung Salak sebagai lokasinya makrab (malam keakraban).

Gunung Salak yang dipilihnya sebagai tempat venue, acara kemahasiswaan karena lokasi Gunung Salak yang tidak terlalu jauh dari Jakarta. Ledy juga pernah mengalami kejadian mistis yang terjadi pada 2015 silam.

Jadi, begini ceritanya..

Di kala itu, Ledy dan teman-teman kampusnya yang mengadakan malam keakraban dengan para anggota Komunitas Muda Katolik. Pada acara jurit malam, ia yang mendapat tugas untuk menjaga salah satu pos di tengah trek.

Sebelumnya acara itu dimulai, sebenarnya dia dan beberapa orang temannya memiliki perasaan yang tidak enak hanya saja perasaan itu tepis. Berkemah dan jurit malam juga bukan pertama kali dilakukan di Gunung Salak.

Segala sesuatu yang berjalan lancar, sampai tiba-tiba saja ie mendapatkan sebuah laporan dari temannya yang juga berjaga lewat handy talky (HT).

“Setiap pos kita sudah ada menyediakan HT, setelah sekitar sejam gitu aku jaga,  temanku dipos depan yang bilang lewat HT dia ada dengar lagu-lagu Sunda,” kata Ledy

Dia (teman Ledy) mengatakan, “Guys, ini sepuluh menit yang lalu, ada yang dengung lagu Sunda dibelakang. Suaranya kuat banget dikuping gue”, tapi Ledy dan teman-teman yang lain menganggap itu hanya menjadi candaan.

BACA JUGA :

Pendatang dari Indonesia Terinfeksi Corona di Australia

Selang beberapa jam juga, teman yang berjaga satu pos dengan Ledy berkata bahwa dia melihat sesuatu yang bergerak dari balik kamar mandinya. Berusaha untuk meyakinkan dan beranikan diri, Ledy juga menepis kembali perkataan temannya itu. Sampai pada akhirnya dia mendapat kabar bahwa adanya grup jurit malam yang berjalan keluar dari jalur dan masuk ke hutan yang dalam.

Ledy dan kawan-kawan mulai mencari bantuan dengan menghubungi ranger yang bertugas. Untungnya rombongan tersebut dapat ditemukan karena masih belum jauh.

Ketika ditanya alasan grup itu keluar jalur, ada yang menuturkan bahwa ada sosok orang lain mengajak mereka berjalan ke arah yang berbeda.

“Waktu kita tanya alasan mereka, ada yang bilang kalau ada teman kita, sih Iman yang mengajak mereka berjalan ke arah yang beda dari jalur yang disediakan. Karena saat itu rombongan hampir tersesat tidak jelas melihat arah panah yang menunjuk jalurnya kemana. Sayangnya di pertengahan jalan itu, mereka tak menemukan Iman lagi karena dia dengan tiba-tiba saja menghilang. Sebenarnya Iman waktu itu tidak ikut untuk menjaga pos jurit malam tetapi dia bertugas untuk menjaga kemah agar tidak dimasuki hewan buas. Sejak saat itu juga kita stop rangkaian acara jurit malamnya. Lalu kata rangernya lebih baik kita bubar saja,” jelas Ledy.

Mendadak pula kita semua clueless mau gimana lagi, ya akhirnya malam itu juga kita tinggalin camp dan balik ke Jakarta langsung,” ceritanya.

Namun, percaya ga percaya, kisah mistis Gunung Salak ini bukan terjadi kepada satu ataupun dua orang. Meskipun sudah ada ilmu pengetahuan dan studi mencoba membuktikan hal ini, kejadian ini yang masih menjadi sebuah misteri dan belum dapat dipecahkan.


Help US With Share