Fakta Misteri Masalembo

Help US With Share

Perairan Masalembo disebut-sebut sebagai segitiga bermuda Indonesia, pasalnya sering terjadi kecelakaan kapal atau pesawat di kawasan tersebut.

Selain penuh misteri, ternyata Masalembo memiliki sederet fakta menarik lainnya. Dirangkum dari Jurnal “Saintek Maritim, Vol. XVI No. 2 Misteri Segitiga ‘Masalembo’ merupakan Segitiga Bermuda di Wilayah Indonesia”. Berikut fakta menarik tentang Masalembo.

Segitiga Masalembo berada di sekitar Kepulauan Masalembo. Tepatnya, berada di kawasan segitiga imajiner di perairan Laut Jawa antara Pulau Bawean di Jawa Timur, Kota Majene di Sulawesi Barat, dan Pulau Tengah di Nusa Tenggara Barat.

Secara geografis, Kepulauan Masalembo memiliki empat pulau, tiga di antaranya merupakan pulau utama yang berpenghuni, yakni Pulau Masalembo, Masakambing, dan Karamian. Sementara itu, pulau tanpa penghuni di Kepulauan Masalembo dikenal sebagai Pulau Kambing.

Secara administratif, Kepulauan Masalembo berada di Kabupaten Sumenep, Madura Jawa Timur. Luas total wilayahnya mencapai 40,85 km persegi.

Kawasan kepulauan ini berbatasan langsung dengan Laut Jawa di seluruh sisinya.

Perairan Masalembo dijuluki sebagai segitiga bermuda asal Indoneisa. Pasalnya, banyak kecelakaan kapal dan pesawat di kawasan ini.

Dua kasus yang paling menyita perhatian adalah kecelakaan KM Tampomas II dan hilangnya pesawat Adam Air. Kecelakaan KM Tampomas II terjadi pada 25 Januari 1981.

Kapal itu terbakar ketika tengah bertolak dari Dermaga Tanjung Priok menuju Ujungpandang. KM Tampomas II membawa 1.105 Penumpang, 191 mobil, dan 200 motor.

Akibat insiden tersebut, 431 orang tewas termasuk sang kapten, Abdul Rivai. Sedangkan pesawat Adam Air tujuan Surabaya-Manado yang terbang pada 1 Januari 2007.

Pesawat yang membawa 102 penumpang itu dinyatakan hilang tanpa jejak setelah tidak dapat dihubungi ATC Makassar. Berdasarkan rekaman kotak hitam yang ditemukan di perairan Majene oleh Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), disimpulkan bahwa Adam Air jatuh menabrak permukaan air laut hingga terbelah menjadi dua.

Kasus terakhir yang terjadi di Perairan Masalembo adalah Kapal Ro-Ro KM Santika Nusantara dengan rute Surabaya-Balikpapan yang terbakar saat melaut pada pada Kamis, 22 Agustus 2019 pukul 20.45 WIB. Untungnya, seluruh penumpang dinyatakan selamat, tidak ada korban jiwa.

Ada sejumlah faktor yang menyebabkan kenapa daerah Segitiga Masalembo berbahaya, faktor pertama dipengaruhi adanya pertemuan arus yang disebut Arlindo.

Arus Arlindo sangat dipengaruhi oleh cuaca dan musim. Sementara dari arah selat Makassar ada arus lain yang merupakan thermoklin, atau aliran air laut akibat perbedaan suhu lautan.

Kedua arus ini bertemu di sekitar Segitiga Masalembo. Walau gerakan arusnya tidak kencang, tetapi tetap memengaruhi pelayaran di wilayah tersebut.

Di Segitiga Masalembo, terkadang terjadi arus laut dan angin yang mengalir akibat adanya perbedaan tekanan dalam siklus harian maupun tahunan. Lalu keduanya bertemu dan menjadi satu, membentuk seperti tornado, badai, hurricane ataupun typhoon dalam putaran yang lambat tapi bisa tiba-tiba berubah arah.

Segitiga Masalembo dipercaya masyarakat setempat sebagai lokasi bernaungnya kerajaan gaib terbesar di Indonesia, bahkan dihuni siluman dan jin.

Versi lain menyebutkan perairan Masalembo sebagai daerah yang dikuasai Ratu Malaka, sosok gaib tidak kasat mata yang diyakini sebagai ‘ibu’ dari orang-orang Suku Laut. Oleh sebab itu, warga di Kepulauan Masalembo meyakini bahwa siapa pun yang hendak melalui perairannya, mesti memberi salam dan meminta izin pada para penghuni laut serta membawa sesajen khusus.

Apabila terjadi gelombang bergaris putih, maka itu merupakan tanda bahwa kawasan tersebut tidak boleh dilewati. Jika nekat menerobos, maka nyawa taruhannya.

Biasanya, orang-orang yang nekat dan tetap berlayar akan ‘disambangi’ cuaca buruk kelak akan bernasib sial sepanjang perjalanan.

Walau dikenal berbahaya dan angker, Perairan Masalembo juga memiliki keindahan alam yang menakjubkan. Lokasinya yang dikelilingi perairan membuat kepulauan Masalembo memiliki banyak pantai yang indah.

Kawasannya yang jarang dikenal, membuat Masalembo masih sangat asri dan sepi wisatawan. Sangat cocok buat wisatawan yang ingin menikmati alam pantai yang memikat sambil mencari ketenangan.

Beberapa pantai andalan yang wajib dikunjungi ketika menyambangi Masalembo adalah Pantai Masna, Cemara, dan Sembilan Gili Genting.


Help US With Share